Baru Satu Hari di Sel, Tahanan Kasus Cabul Polres Lumajang Babak Belur

Yuswantoro ยท Kamis, 01 Agustus 2019 - 10:38 WIB
Baru Satu Hari di Sel, Tahanan Kasus Cabul Polres Lumajang Babak Belur

Polisi memeriksa pelaku pencabulan terhadap anak kandung di Lumajang. (Foto: Sindonews).

LUMAJANG, iNews.id - Seorang tersangka kasus pencabulan terhadap anak kandung di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim), babak belur saat berada di sel tahanan. Padahal pelaku baru satu hari berada di balik jeruji besi tersebut.

Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan, tersangka berinisial SS (44) baru masuk ke sel tahanan pada Selasa (30/7/2019). Tapi saat besoknya (Rabu) akan diperiksa, kondisinya sudah lebam-lebam.

"Personel yang berjaga sudah melakukan pengecekan hampir setiap jam, namun mungkin di sela-sela pengecekan tersebut tahanan yang lain merasa jengkel dengan perbuatan bejatnya, lalu mengeroyok SS," kata Arsal, Kamis (1/8/2019).

BACA JUGA: Istri Jarang Melayani Jadi Alasan Ayah 2 Kali Hamili Anak Kandung di Sidoarjo

Petugas juga terkejut ketika akan membawa SS untuk proses pemeriksaan. Kondisi wajah pelaku tampak babak belur, mulai dari pipi, mata hingga bagian bibir.

Dia menyebutkan, tahanan yang ada di dalam sel adalah pelaku kejahatan beraneka ragam. Mulai dari maling motor, rampok, bahkan ada pula begal. Tapi perbuatan SS dinilai membuat geram para tahanan lainnya, menyetubuhi anak kandungnya.

"Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, saya menempatkan SS ini di ruang tahanan khusus dan terisolasi dengan para tahanan yang lain," katanya.

BACA JUGA: Miris, Bocah SD di Padangsidimpuan Ini 5 Tahun Jadi Budak Seks Ayahnya

Sebelumnya, tersangka SS diamankan polisi saat membawa korban yang merupakan anak kandungnya ke sebuah hotel di Kecamatan Senduro pada Senin (29/7/2019). Namun kali ini korban berhasil kabur dengan berpura-pura ke kamar mandi.

Saat kabur, korban langsung melapor ke Polsek Senduro. Dia mengadukan perlakuan bejat bapaknya selama empat tahun terakhir. Dia menjadi budak seks sang ayah hampir setiap kali mereka ada kesempatan berduaan.

"Aksi ini dilakukan sejak 2015, ketika korban berusia 15 tahun," ujarnya


Editor : Andi Mohammad Ikhbal