Bea Cukai Juanda Bekuk 2 Jaringan Pengedar Sabu Malaysia

Ihya' Ulumuddin ยท Selasa, 27 Maret 2018 - 15:05 WIB
Bea Cukai Juanda Bekuk 2 Jaringan Pengedar Sabu Malaysia

petugas bea cukai juanda menunjukkan kurir sabu berikut barang bukti sabu asal Malaysia, Selasa (27/3/2018). (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Narkoba jenis sabu asal Malaysia kembali diselundupkan ke Jawa Timur. Beruntung, upaya ini berhasil digagalkan petugas Bea dan Cukai Juanda. Tadi malam, dua kurir barang haram ini diringkus petugas sesaat turun dari pesawat Air Asia dari Kuala Lumpur, Malaysia.

Dua kurir sabu tersebut merupakan jaringan berbeda. Masing-masing adalah Tenaga Kerja Wanita (TKW) berinisial S. Perempuan 36 tahun itu kedapatan membawa 924  gram sabu di dalam alat penanak nasi elektronik (rice cooker). Sabu dibungkus plastik dan diletakkan di bagian dasar penanak nasi.

Petugas sempat terkecoh dengan S saat melewati mesin x-rey. Pasalnya, tersangka memenuhi bagian dalam rice cooker tersebut denga bawang. Namun, setelah dibongkar, petugas menemukan serbuk kristal di bagian bawah. “Saat pemeriksaan x-rey memang tidak terlihat. Tetapi setelah kami bongkar barang itu, baru ketahuan,” tegas Kepala Kantor Bea Cukai Juanda, Budi Harjanto, Selasa (27/3/2018).

Sementara satu tersangka lain adalah P (26) Warga Negara Indonesia (WNI) sama seperti P (TKW), tersangka S juga membawa sabu asal Malaysia. Bedanya, P menyimpang serbuk kristal tersebut di dalam anus. Jumlahnya 137 gram.

Budi menjelaskan, sabu tersebut oleh pelaku dimasukkan dalam dua bungkus karet, kemudian dimasukkan anus. Cara ini sengaja dilakukan agar barang haram tersebut tidak terdeteksi oleh mesin x-rey.

“Memang benar, saat diperiksa tidak muncul. Namun karena gelagat mencurigakan, pelaku lantas kami bawa ke rumah sakit untuk dirontgen. Benar juga, hasil rontgen menunjukkan ada benda yang mencurigakan di dalam anus, yang ternyata sabu,” katanya.

Budi menjelaskan, kedua pelaku merupakan kurir. Keduanya menjalankan tugas dari seorang bandar di Malaysia. Mereka diminta membawa sabu tersebut dan menyerahkannya kepada seorang pemesan di Surabaya. Tetapi, mereka tidak mengetahui pemesan yang dimaksud. “Informasinya sabu ini akan diteruskan ke Madura melalui perantara di Surabaya. Tetapi, kami belum mengetahui perantara itu. Kami masih selidiki,” tukasnya.

Sementara itu, atas tugas tersebut keduanya mendapat imbalan cukup besar. Untuk tersangka S misalnya, dijanjikan Rp40 juta jika berhasil membawa sabu 294 gram tersebut hingga ke tangan seorang perantara di Madura.


Editor : Himas Puspito Putra