Begini Sosok Guru Korban Penganiayaan di Sampang di Mata Para Muridnya

Dedy Priyanto ยท Jumat, 02 Februari 2018 - 14:30 WIB
Begini Sosok Guru Korban Penganiayaan di Sampang di Mata Para Muridnya

Sejumlah murid almarhum Ahmad Budi Cahyono melayat ke makam almarhum, Jumat (2/2/2018). (Foto: Dedy Priyanto)

SAMPANG, iNews.id - Ahmad Budi Cahyono, guru SMA Negeri 1 Torjun Sampang, Madura, yang tewas setelah dianiaya muridnya sendiri, dikenal sebagai pribadi yang baik dan menyenangkan. Murid-muridnya mengenang sosok almarhum sebagai guru yang periang dan banyak disukai para murid. Tak ayal, kematian korban pun meninggalkan duka yang mendalam di hati orang-orang yang mengenalnya, terutama murid-muridnya.

Jumat siang, sejumlah murid almarhum dari SMA Negeri 2 Sampang, melayat ke pusara guru favorit itu di pemakaman keluarga di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Sampang. Selain di SMA 1 Torjun, almarhum juga tercatat mengajar di SMA Negeri 2 Sampang.

Raut wajah sedih para murid tak dapat disembunyikan lagi kala mengenang pribadi yang menyenangkan lagi ramah dari sosok Budi Cahyono. Para murid merasa sangat kehilangan dengan meninggalnya Budi. Isak tangis pun pecah saat mereka berdoa bersama di makam sang guru.

“Kalau Pak Budi di SMA 2 itu orangnya memang baik. Dia juga dikenal akrab dengan murid-muridnya. Kami selaku alumni merasa berat, kehilangan sosok guru seperti Pak Budi. Kami berharap peristiwa ini menjadi pelajaran buat para murid agar tidak mencontoh perilaku seperti ini,” ujar salah seorang mantan murid Budi yang hadir di makam almarhum, Jumat (2/2/2018).

BACA JUGA:

Guru Kesenian Sampang Dipukul Siswanya hingga Tewas

Murid Penganiaya Guru di Sampang Dikenal Sering Berbuat Onar


Selain oleh para muridnya, almarhum juga dikenang sebagai pribadi yang baik oleh kerabat dan rekan-rekan yang mengenalnya. Saat hendak dimakamkan tadi malam, isak tangis terus mengiringi perjalanan Budi dari kamar jenazah RSUD dr Soetomo. Tak ada yang menyangka, sosok yang dikenal ceria itu pergi untuk selamanya begitu cepat.

Sang istri DW yang tengah hamil empat bulan bahkan berkali-kali pingsan. Dia tak kuasa  menahan kesedihan, mendapati suami tercinta meninggal dengan cara seperti itu. “Dia ini orang baik. Bahkan dengan teman-temannya di Surabaya sering komunikasi. Karena itu, kasihan sekali istrinya. Apalagi dia sedang hamil anak pertama,” tutur salah seorang kerabat korban.

Seperti diberitakan sebelumnya, Guru Seni Rupa ini menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 21.40 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo karena mengalami mati batang otak. Dari keterangan keluarga diketahui, Budi dirujuk ke RSUD dr Soetomo setelah dianiaya muridnya, MH, siswa kelas XI SMAN 1 Torjun, pada Kamis 1 Februari 2018, kemarin.

Budi sempat dirawat di RS Sampang setelah mentah-muntah dan tak sadarkan diri. Namun, kerena kondisi luka yang cukup parah, Budi dirujuk ke RSUD dr Soetomo, hingga akhirnya mengembuskan napas terakhirnya di sana.


Editor : Himas Puspito Putra