Bejat, Paman Perkosa Keponakan Berusia 9 Tahun di Malang hingga Pendarahan

Saif Hajarani ยท Selasa, 15 Oktober 2019 - 16:19 WIB
Bejat, Paman Perkosa Keponakan Berusia 9 Tahun di Malang hingga Pendarahan

Angga Prasangka (23) warga Desa Dawuhan, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur ditahan di Mapolres Malang karena telah memerkosa anak di bawah umur yang masih keponakannya sendiri. (Foto: iNews.id/Saif Hajarani)

MALANG, iNews.id – Bejat. Kalimat itu pantas disematkan kepada Angga Prasangka (23) warga Desa Dawuhan, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Bapak satu anak ini tega memperkosa keponakannya yang masih berusia 9 tahun hingga mengalami pendarahan dan harus dirawat di rumah sakit.

Aksi pelaku ini terbongkar setelah korban mengadukan kejadian yang dialaminya. Orang tua korban kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi dan tak butuh waktu lama petugas menangkap pelaku di rumahnya tanpa perlawanan.

Kanit Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana mengatakan, pemerkosaan dilakukan saat korban yang sedang mengasuh anak tersangka yang masih bayi. Korban kemudian diajak tersangka ke rumah saudaranya.

“Si korban ini sedang mengasuh anak tersangka yang masih bayi. Tersangka ini kemudian bernapsu dan mengajak korban ke rumah saudaranya dan dimasukkan ke dalam kamar. Di situ, korban diciumi dan disetubuhi tersangka sampai mengalami pendarahan hebat dan dirawat di rumah sakit selama dua hari,” katanya, Selasa (15/10/2019).

BACA JUGA: Dicekoki Miras, Gadis di Malang Disetubuhi 3 Pemuda dan Direkam Pakai HP

Setelah melampiaskan napsu bejatnya kepada korban, kata dia, tersangka lalu memberikan uang Rp5.000 dan meminta agar tidak menceritakan ke orang tuanya.

“Tapi, korban pulang ke rumah sambil menangis dan mengadukan kejadian itu pada orang tuanya,” katanya.

Menurut Yulistiana, alasan tersangka memerkosa keponakannya karena bernapsu. Tersangka juga sempat melihat aksus pedofilia di internet dan beranggapan kalau menyetubuhi anak tidak ada hukuman.

BACA JUGA: Polres Malang Tangkap Sindikat Pemalsu KTP, SIM, Akte dan Buku Nikah

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 81 dan 82 juncto 76d-76e Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.


Editor : Kastolani Marzuki