Belasan Rumah di Tulungagung Rusak Parah akibat Tanah Bergerak

Anang Agus Faisal ยท Kamis, 08 Februari 2018 - 21:34 WIB
Belasan Rumah di Tulungagung Rusak Parah akibat Tanah Bergerak

Kepala Desa Tanen, Tulungagung, Jatim, Sucipto menunjukkan salah satu rumah warga yang rusak parah akibat tanah bergerak. (Foto: iNews.id/Anang Agus Faisal)

TULUNGAGUNG, iNews.id – Belasan rumah warga di Dusun Puwodadi, Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur rusak akibat tanah bergerak. Bahkan, delapan rumah di antaranya harus dikosongkan karena kondisinya sudah rusak parah dan tidak layak huni.

Berdasarkan pantauan lapangan, belasan rumah warga itu mengalami retak di bagian dinding dan lantai jebol. Pemilik rumah kemudian mengantisipasi agar rumahnya tidak roboh dengan memasang kayu dan bambu.

Salah satu pemilik rumah, Anto mengaku rumah yang dibangun pada 1998 silam itu terpaksa dikosongkan karena kondisinya rusak parah dan hampir semua dinding dan lantainya jebol. "Kalau masih ditempati khawatirnya tiba-tiba rumah saya ambruk karena semua dinding dan lantainya sudah jebol. Pondasi rumah juga sudah miring," ucapnya, Kamis (8/2/2018). 

Kepala Desa Tanen, Sucipto mengatakan, kondisi tanah yang labil membuat tanah bergerak yang menggerus pondasi bangunan rumah. Saat ini ada 19 rumah warga yang retak di bagian dinding dan lantai.

Menurut dia, pemerintah desa telah mengupayakan untuk merelokasi rumah warga yang rusak akibat tanah gerak ke lokasi yang lebih aman. “Warga yang rumahnya rusak minta direlokasi. Sementara yang sudah dikosongkan ada delapan rumah,” kata dia.

Dia menyebutkan, peristiwa tanah bergerak ini sebelumnya pernah terjadi pada 2001. Saat itu, pemerintah desa sudah merelokasi 13 rumah warga karena kondisinya rusak parah akibat bencana itu. “Kalau sudah direlokasi nanti warga dapat bantuan dari BPBD,” ucapnya.

Menurut Sucipto, tanah bergerak rutin terjadi tiap tahun terutama saat memasuki musim hujan. Penyebabnya, kondisi tanah di RT 11 RW 3 ini sangat labil. “Warga diimbau untuk tetap waspada, sebab jika hujan turun retakan tanah dapat terus meluas,” ucapnya.


Editor : Kastolani Marzuki