Berebut Kamar Mandi Kos, Seorang Pria Bacok Tetangganya di Surabaya

Rahmat Ilyasan ยท Rabu, 05 Desember 2018 - 20:55 WIB
Berebut Kamar Mandi Kos, Seorang Pria Bacok Tetangganya di Surabaya

Kapolsek Tegalsari Kompol David Triyo Prasojo menunjukkan barang bukti yang diamankan dari tersangka di Mapolsek Tegalsari, Rabu (5/12/2018). (Foto: iNews/Rahmat Ilyasan)

SURABAYA, iNews.id – Hanya karena berebut kamar mandi, seorang pria di Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), membacok tetangganya menggunakan senjata tajam hingga luka-luka. Akibat perbuatannya, pelaku harus meringkuk di tahanan Mapolsek Tegal Sari.

Soetrisno (64), warga Jalan Kedondong Kidul Gang Satu Surabaya, digelandang ke Polsek Tegalsari Surabaya. Laki-laki yang sehari-hari bekerja sebagai sopir pribadi di perumahan mewah tersebut diamankan karena membacok tetangga kosnya, Ayomi Setio Budi (35).

“Motifnya tersangka tersinggung kepada korban,” kata Kapolsek Tegalsari Kompol David Triyo Prasojo di Mapolsek Tegalsari, Rabu (5/12/2018).

Dia mengatakan, penganiayaan itu berawal saat anak korban akan mandi di kamar mandi kos-kosan. Namun, tiba-tiba pelaku langsung menyerobot ke kamar mandi untuk buang air kecil.

BACA JUGA:

Menantu Tega Aniaya Mertua hingga Tewas di Nganjuk, Diduga Dendam

Diduga Aniaya Tahanan, 7 Sipir Rutan Kelas II B Nisel Diperiksa Polisi

Anak pelaku sakit hati dan sempat marah-marah, bahkan sempat cekcok dengan Ayomi. Dia kemudian melapor kepada ayahnya yang selanjutnya menggedor-gedor pintu kamar mandi sambil marah-marah.

Karena kesal, Soetrisno kembali ke kamar kosnya untuk mengambil senjata tajam. Dia menunggu Ayomi keluar dari kamar mandi. Begitu korban keluar, Soetrisno langsung mengayunkan pisau ke arah korban. Korban menangkis dengan tangannya hingga mengalami luka serius.

Insiden penganiayaan itu akhirnya dilerai oleh anggota Polsek Tegal Sari yang tidak jauh dari kantor polisi. Selanjutnya pelaku langsung diamankan bersama barang buktinya. Korban pun langsung dilarikan ke klinik terdekat karena mendapat luka bacok di bagian tangan dan punggung.

“Sebelumnya memang sudah ada hubungan tidak baik antara mereka berdua. Terakhir, anak korban pernah ditegur dan dimarahi tersangka, lalu korban menyampaikan kepada tersangka, kalau berani jangan sama anak kecil. Tersangka tersinggung lalu mengayungkan pisau itu yang bisa ditangkis korban,” kata David.

Sementara Soetrisno mengaku sudah sakit hati kepada korban selama ini, namun dia selalu menahannya. Kejadian di kamar mandi membuat emosinya memuncak sehingga dia langsung mengambil pisau dan menusukkannya pada korban. “Saya kesal, dia sering maki-maki saya, saya juga mau dipukul,” kata tersangka, Soetrisno.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 3-5-1 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman pidana paling lama 2 tahun 8 bulan penjara.


Editor : Maria Christina