Berswafoto di Museum Mpu Tantular Sidoarjo, 3 Pengunjung Malah Dipalak

Antara ยท Jumat, 12 Oktober 2018 - 16:59 WIB
Berswafoto di Museum Mpu Tantular Sidoarjo, 3 Pengunjung Malah Dipalak

Ilustrasi pemalakan. (Foto: Okezone)

SIDOARJO, iNews.id - Petugas Satuan Reserse Kriminal Polresta Sidoarjo, Jawa Timur menangkap lima tersangka yang diduga sebagai pelaku pemerasan yang biasa beroperasi di wilayah setempat. Kelima tersangka ditangkap usai memalak tiga orang korban di kawasan Museum Mpu Tantular, Sidoarjo.

Kasareskrim Polresta Sidoarjo, Komisaris Polisi M Harris mengatakan, para pelaku ini diduga memalak korban saat sedang berswafoto di kawasan Museum Mpu Tantular. "Kelima orang pelaku ini masing-masing berinisial RS, GF, AR, AZ dan juga MA yang merupakan warga Gedangan serta Candi, Sidoarjo," ucapnya di Sidoarjo, Jumat (12/10/2018).

Dia mengatakan, saat itu para pelaku ini hendak menuju ke kawasan GOR Sidoarjo, tetapi saat melintas di kawasan Museum Mpu Tantular, pelaku melihat ada tiga orang korban masing-masing AV, RA dan juga FS. "Saat itu, ketiga korban ini sedang berswafoto di lokasi tersebut dan didatangi oleh para pelaku," ujarnya.

Selanjutnya, kelima pelaku menghampiri korban yang berswafoto dengan tujuan untuk meminta uang korban. "Saat itu, salah satu pelaku yakni GF memegang baju salah satu korban sambil membawa batu paving serta mengancam korban jika tidak diberikan uang," ucapnya.

Tidak hanya mengancam, para tersangka ini juga sempat memukul dan meminta uang serta telepon genggam kepada korban.

"Dengan rasa ketakutan akhirnya ketiganya dengan terpaksa menyerahkan telepon genggam dan uang kepada para tersangka. Kelima tersangka ini berhasil dibekuk oleh anggota di dua tempat yang berbeda," katanya.

Dari tangan para tersangka, petugas berhasil menyita beberapa barang bukti seperti telepon genggam dan juga uang tunai senilai Rp80 ribu serta dua unit sepeda motor.

"Terhadap para tersangka berdasarkan bukti permulaan yang cukup diduga telah melakukan tindak pidana pemerasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 368 KUHP diancam dengan pidana penjara selama-lamanya sembilan tahun," tuturnya.


Editor : Himas Puspito Putra