BMKG Prediksi Masih Ada Gempa Susulan di Jatim, Warga Diimbau Tenang

Pramono Putra ยท Kamis, 11 Oktober 2018 - 13:53 WIB
BMKG Prediksi Masih Ada Gempa Susulan di Jatim, Warga Diimbau Tenang

Petugas BMKG Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya memantau aktivitas gempa susulan di Jatim, pascagempa dini hari tadi. (Foto: iNews/Pramono Putra)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

SITUBONDO, iNews.id – Pascagempa yang terjadi di kawasan Situbondo, Jawa Timur (Jatim), Kamis dini hari (11/10/2018), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi masih ada gempa susulan yang terjadi di wilayah ini. Namun, gempa tersebut umumnya berkekuatan kecil.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya, Nur Huda memaparkan, menurut pantauan BMKG Jatim, hingga Kamis pagi tercatat sudah terjadi 17 kali gempa susulan pascagempa yang terjadi di Situbondo. Kekuatan gempa bervariasi antara 2,7 Skala Richter (SR) hingga 3,6 SR.

“Kami memprediksi masih ada gempa susulan dengan kekuatan bervariasi. Namun, kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada. Tetap pantau informasi langsung dari BMKG dan tidak terpengaruh dengan isu atau informasi yang tidak benar,” paparnya.

BACA JUGA:

Korban Gempa Situbondo Diminta Tak Risau, Semua Kebutuhan Ditanggung

Gempa Guncang Jawa Timur dan Bali, Tiga Tewas

Rumah Rusak karena Gempa Jatim Segera Dibangun, Korban Diberi Rp5 Juta

Nur Huda mengatakan, dari sejumlah daerah yang terkena dampak gempa, daerah yang paling parah dari hasil pantauan BMKG Jatim berada di wilayah Kabupaten Sumenep, Madura. “Di daerah ini ada beberapa kerusakan yang cukup parah dibanding daerah lain,” katanya.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhammad Sadly dalam keterangan tertulis memaparkan, hingga pukul 08.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 14 aktivitas gempa susulan. Gempa susulan paling kuat terjadi pada pukul 2.22 WIB dengan kekuatan 3,5 SR dan gempa susulan paling lemah terjadi pada pukul 3.13 WIB dengan kekuatan 2,4 SR.

“Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa ini berkekuatan 6,4 SR. Selanjutnya setelah pengolahan dilengkapi dengan data gempa hasil catatan dari 156 sensor seismik diperoleh magnitudo hasil pemutakhiran menjadi berkekuatan 6,0 SR,” paparnya.

Episenter gempa terletak pada koordinat 7,46 LS dan 114,44 BT, atau tepatnya berlokasi di laut. Gempa berjarak 56 km arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jatim, pada kedalaman 12 km. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi jenis dangkal akibat aktivitas sesar lokal di dasar laut.

“Adapun hasil analisis mekanisme sumber gempa menunjukkan bahwa gempa ini, dibangkitkan oleh adanya deformasi batuan kerak dangkal dengan mekanisme pergerakan naik (thrustfault),” katanya.


Editor : Maria Christina