Bukit Terbelah Timpa Rumah Warga, 12 KK Masih Mengungsi

Ahmad Subekhi ยท Jumat, 15 Desember 2017 - 15:29 WIB
Bukit Terbelah Timpa Rumah Warga, 12 KK Masih Mengungsi

Rumah warga rusak parah ditimpa material longsoran dari bukit yang terbelah di Desa Ponggok, Kecamatan Pacitan, Jawa Timur. (Foto: iNews/Ahmad Subekhi)

PACITAN, iNews.id – Curah hujan yang tinggi di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, menyebabkan bukit Uni di Desa Ponggok, terbelah menjadi dua sisi. Sebanyak 12 rumah warga yang ada di bawahnya rusak ditimpa material longsoran sementara puluhan rumah lain juga terancam longsor. Para korban hingga kini masih mengungsi.

Dari pantauan iNews, material longsor berupa tanah, tanaman, dan bebatuan, menimpa 12 rumah warga yang ada di bawahnya. Dari keterangan sejumlah warga, bencana bukit terbelah itu terjadi saat hujan deras dan banjir besar terjadi di Pacitan, dua minggu lalu.

Semua bangunan rumah di bawah bukit, hancur dan rata dengan tanah sehingga tidak bisa lagi ditempati. Hingga kini, sebagian warga masih mengungsi di balai desa dan sebagian lain di musala. Lokasi pengungsian berada sekitar 200 meter dari titik longsor. Kawasan itu juga berpotensi mengalami longsor jika hujan deras. Namun, warga tetap nekat bertahan di pengungsian.

“Ya, kalau ditanya khawatir, kami juga merasa khawatir. Tapi, kami terpaksa memberanikan diri walaupun keadaan di sekitar kami seperti ini. Kami enggak punya pilihan lain,” kata warga korban longsor, Wantoyib, Jumat (15/12/2017).

Longsor ini juga mengancam 80 rumah lainnya. Jika hujan terus turun, bakal terjadi longsor susulan yang lebih besar. Warga yang terancam pun harus siap-siap untuk mengungsi agar tidak menjadi korban.

Sementara kondisi rumah warga yang menjadi korban longsor juga sudah hancur. Sementara mereka tidak memiliki dana untuk memperbaiki rumahnya atau pindah ke lokasi lain.

Warga Desa Ponggok, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, berharap pemerintah segera turun tangan membantu. Warga berharap bisa mendapatkan tempat baru atau direlokasi ke tempat yang lebih aman karena sudah dua minggu ini mereka tinggal di pengungsian.  

Bupati Pacitan Indartato sebelumnya mengatakan, total kerugian akibat banjir bandang dan tanah longsor di 12 kecamatan di Pacitan mencapai Rp600 miliar. Kerugian ini termasuk karena kerusakan infrastruktur sekolah, jalan, dan jembatan. Selain itu, areal pertanian rusak dan ternak hilang. Sementara rumah yang rusak tercatat sebanyak 4.609 rumah dan 1.716 unit di antaranya rusak berat.


Editor : Maria Christina