Cabuli Siswa SMA, Driver Taksi Online Pura-Pura Mengantuk Bawa Mobil

Nur Syafei ยท Kamis, 10 Januari 2019 - 19:38 WIB
Cabuli Siswa SMA, Driver Taksi Online Pura-Pura Mengantuk Bawa Mobil

Kedua tersangka yang mencabuli korbannya, siswi SMA di Kota Surabaya, Jatim. (Foto: iNews/Nur Syafei).

SURABAYA, iNews.id - Pemuda yang berprofesi sebagai pengemudi taksi online, RZ (22), mencabuli seorang perempuan di bawah umur usai pesta miras. Dengan modus kelelahan, dan tidak kuat mengemudi tersangka mengajak korbannya bermalam di penginapan.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni mengatakan, tersangka RZ dengan korban baru saja pesta miras. Melihat perempuan yang menumpangi mobilnya sudah dalam kondisi mabuk, dia pun mengajak bermalam.

"Dia bilang tak kuat mengemudi dan mengantuk, lalu mengajak korban ke penginapan," kata Ruth di Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Kamis (9/1/2019).

BACA JUGA: Bayar Rp10.000, Ayah Tiri di Majalengka Cabuli Anak selama 4 Tahun

Usai meniduri korban, tersangka RZ memanggil temannya TM (33) untuk datang ke penginapan. Lalu, korban yang sudah terlelap, ikut disetubuhi juga oleh tersangka lainnya secara bergantian.

Menurut dia, korban masuk kategori di bawah umur yang duduk di bangku sekolah kelas 2 SMA, MW (16). Keduanya diamankan kepolisian setelah orang tua korban melapor ke Polrestabes Surabaya.

"Tersangka RZ ini kenal dengan korban, karena perempuan ini merupakan teman dari pacarnya," ujar dia.

Menurut pengakuan RZ, ketika itu dirinya sedang pesta miras bersama dengan sejumlah temannya. Dia juga mengajak korban mabuk bersama. Momen mereka minum-minuman keras (miras), diabadikan lewat status media sosial.

BACA JUGA: Ditangkap Polisi, Pedagang Mainan Ini Mengaku 4 Kali Cabuli Bocah

"Saya bikin status pas lagi minum," ujar RZ.

Ketika mengetahui temannya sedang pesta miras, TM pun menghubungi korban untuk ikut bergabung. Namun, dia baru sempat tiba ketika pesta bubar. Saat menghubungi RZ, dia mengaku sedang berada di penginapan kawasan Rungkut, Surabaya Timur.

"Pas saya mau main, korban sedang tidur. Tidak lama dia bangun, akhirnya baru sebentar," kata TM.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 81 Undang-Undang No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal