Caleg Perindo Tri Yani Fogging Sekolah dan 300-an Rumah Warga di Tuban

Pipiet Wibawanto · Sabtu, 23 Februari 2019 - 13:59 WIB
Caleg Perindo Tri Yani Fogging Sekolah dan 300-an Rumah Warga di Tuban

Caleg Partai Perindo Tuban Tri Yani turun langsung melakukan fogging di ratusan rumah warga di Desa Kedung Harjo, Kecamatan Widang, Sabtu (23/2/2019). (Foto: iNews/Pipiet Wibawanto)

TUBAN, iNews.id – Aksi kepedulian nyata ditunjukkan Rescue Perindo dengan melaksanakan fogging atau pengasapan bersama Caleg Perindo Tri Yani di Desa Kedung Harjo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (23/2/2019). Kegiatan ini difokuskan pada bangunan sekolah dan ratusan permukiman warga.

Pantauan iNews, Caleg Perindo Tri Yani bahkan tak segan mengangkat alat fogging dan menyemprot ke sejumlah lokasi yang ditengarai menjadi sarang nyamuk. Dia bersama kader Perindo lainnya turun langsung untuk memastikan agar masyarakat terhindar dari penyakit demam berdarah.

Bukan tak beralasan, sepanjang Februari ini sudah ada tiga kasus demam berdarah yang dialami warga desa tersebut. Warga pun mengajukan untuk diadakan fogging ke Partai Perindo yang dikenal peduli dengan masyarakat.


“Warga di sini sangat antusias dengan pelaksanaan fogging dari Partai Perindo. Kami mengucapkan terima kasih atas kepeduliannya. Karena memang sudah ada tiga warga kami yang mengalami demam berdarah,” ujar Kepala Desa Kedung Harjo Simanjaya.

BACA JUGA: Cegah DBD, Partai Perindo Fogging Ratusan Rumah Warga di Makassar

Caleg Partai Perindo Tuban Tri Yani mengatakan, kegiatan fogging ini merupakan permintaan warga dan juga kepala desa setempat. Mereka trauma atas kasus demam berdarah yang telah menjangkiti tiga warganya.

“Kami bergerak atas permintaan dan karena di sini memang ada kasus demam berdarah. Aksi fogging ini sekaligus komitmen kami untuk menyejahterakan warga dan membantu mencegah penyebaran DBD,” ujarnya.

Dalam fogging itu, sedikitnya 300 rumah kepala keluarga di Desa Kedung Harjo yang mendapat pengasapan. Selain itu juga bangunan sekolah dan halaman pekarangan warga agar terbebas dan bahaya nyamuk aedes aegypti.


Editor : Donald Karouw