Curiga Korban Tewas karena Aborsi, Polisi Bongkar Makam di Ponorogo

Ahmad Subekhi ยท Rabu, 23 Januari 2019 - 22:50 WIB
Curiga Korban Tewas karena Aborsi, Polisi Bongkar Makam di Ponorogo

Tim Dokkes Polda Jateng mengautopsi jenazah korban Nia Aprilia (21) setelah membongkar makamnya di Desa Karangan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, Jatim, Rabu (23/1/2019). (Foto: iNews/Ahmad Subekhi)

PONOROGO, iNews.id – Polisi membongkar makam seorang perempuan Nia Aprilia (21), di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), Rabu (23/1/2019), untuk memastikan penyebab kematiannya. Korban semula dianggap tewas karena kecelakaan. Belakangan, keluarga curiga penyebabnya aborsi sehingga mereka melapor ke polisi.

Pembongkaran makam di Desa Karangan, Kecamatan Badegan, dilakukan oleh petugas Polres Wonogiri bersama Tim DVI Polda Jateng. Selanjutnya, mayat korban yang dimakamkan pada 18 Desember lalu itu diautopsi untuk memastikan penyebab kematiannya.

“Autopsi yang dilakukan tim Dokkes Polda Jateng untuk mengungkap penyebab kematian korban yang diduga meninggal karena aborsi,” kata Kasat Reskrim Polres Wonogiri AKP Aditya Mulia.

BACA JUGA:

2 Makam Dibongkar, Gubernur Gorontalo: Saya Malu dan Minta Maaf

Makam Dibongkar Untuk Pembangunan Tol, Ahli Waris Menangis

Kasus ini ditangani polisi setelah mendapat laporan dari keluarga korban. Sejumlah saksi diperiksa. Hasil penyelidikan, sebelum tewas, korban melakukan aborsi yang ditangani pasangan suami istri H dan S, warga Badegan, Ponorogo. Saat ini, pasangan suami istri tersebut sudah ditahan.

Kedua pelaku meyakinkan korban bisa melakukan aborsi. Korban akhirnya bersedia menggugurkan kandungannya di salah satu hotel di Purwantoro, Wonogiri, Jawa Tengah (Jateng). Namun nahas, korban mengalami pendarahan hebat dan akhirnya tewas. Pelaku lalu menyerahkan korban kepada keluarganya dan mengatakan korban tewas kecelakaan.

“Untuk saat ini, Polres mengamankan dua orang pelaku, saudara H dan S sebagai penjual obat sekaligus memberikan tutorial cara penggunaannya seperti apa,” kata Aditya Mulia.

Tim Forensik RS Bhayangkara Polda Jateng, AKBP Ratna Relawati mengatakan, hasil pemeriksaan dan autopsi akan dijadikan rujukan untuk mengetahui penyebab kematian korban. Autopsi ini juga untuk memastikan kejanggalan lainnya. “Kami mengambil sampel cairan, dan DNA ibu serta bayi,” kata Ratna Relawati.

Kakak kandung korban, Hermanto mengatakan, adiknya dimakamkan di taman pemakaman umum (TPU) di dekat rumah korban pada 18 Desember lalu. Sebulan setelah dimakamkan, keluarga korban yang sejak awal curiga dengan kematian korban akhirnya melapor ke polisi.

“Ini keinginan keluarga dan juga masyarakat untuk meminta keadilan. Kami ingin kematian yang tidak wajar ini bisa diungkap oleh aparat kepolisian,” kata Hermanto.


Editor : Maria Christina