Demi Harta Benda, Banyak Korban Banjir Bandang Madiun Tolak Dievakuasi

Arif Wahyudi Efendi, Ihya' Ulumuddin ยท Rabu, 06 Maret 2019 - 13:43 WIB
Demi Harta Benda, Banyak Korban Banjir Bandang Madiun Tolak Dievakuasi

Tim SAR gabungan menyisiri rumah-rumah yang terendam banjir di sejumlah permukiman di Kabupaten Madiun, Jatim, dan membujuk warga agar mau dievakuasi, Rabu (6/3/2019). (Foto: iNews/Arif Wahyu Efendi)

MADIUN, iNews.id – Puluhan warga korban banjir bandang di Kabupaten Madiun, Jawa Timur (Jatim) menolak untuk dievakuasi ke tempat lebih aman. Mereka nekat bertahan di rumah meskipun kondisinya memprihatinkan karena takut kehilangan harta benda.


Petugas Kepolisian menggendong warga lansia yang sempat terjebak banjir di rumahnya, Kabupaten Madiun, Jatim, Rabu (6/3/2019).(Foto: iNews/Arif Wahyu Efendi)

Hingga saat ini, tim evakuasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dibantu petugas kepolisian setempat masih terus membujuk. Mereka yang mau langsung divakuasi ke tempat aman. Selain untuk mendapat trauma healing, mereka juga diperiksa kesehatannya.

“Mereka ini terjebak di dalam rumah sejak dini hari. Ada perempuan, balita dan lansia. Kalau terus bertahan di dalam rumah, justru berbahaya,” kata Bupati Madiun Ahmad Dawami, Rabu (6/3/2019).

BACA JUGA:

Banjir Bandang Terjang 3 Kecamatan di Madiun, Puluhan Warga Mengungsi

Korban Banjir Bandang di Madiun Terpaksa Mengungsi di Jembatan

Warga Terjebak Banjir di Madiun, Makanan Dikirim dengan Cara Berenang

Dawami mengatakan, evakuasi warga menjadi fokus utama saat ini. Sebab, hal itu menyangkut keselamatan mereka. “Urusan kemanusiaan ini harus didahulukan. Maka, fokus utama adalah evakuasi,” ujarnya.

Tim SAR gabungan mengevakuasi warga korban banjir bandang di Kabupaten Madiun, Jatim, Rabu (6/3/2019). (Foto: iNews/Arif Wahyu Efendi)

Dawami mengakui tidak gampang membujuk warga untuk mengungsi. Karena itu, pihaknya melibatkan sejumlah relawan untuk membujuk. “Itu kenapa proses evakuasi ini terkesan lamban. Sebab, mereka kebanyakan menolak. Tetapi terus kami bujuk,” katanya.


Editor : Maria Christina