Demo Protes Prabowo, Ojol: Jangan Seret Kami pada Kepentingan Politik

Ihya' Ulumuddin ยท Rabu, 28 November 2018 - 10:42 WIB
Demo Protes Prabowo, Ojol: Jangan Seret Kami pada Kepentingan Politik

Sejumlah driver ojek online berkumpul di sebuah warung di Kota Surabaya, Selasa (27/11/2018) malam. Mereka marah dan bereaksi atas tudingan bahwa aksinya ditunggangi. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id - Komunitas Peduli Ojek Online (Ojol) Kota Surabaya mengaku prihatin profesi mulianya digeret ke ranah politik. Mereka juga meminta kepada para elit politik untuk bisa membedakan politik dengan kepentingan ojol. 

Pernyataan ini disampaikan Humas Komunitas Peduli Ojek Online Jawa Timur, Ganis Sandi Asmoro menyusul pernyataan juru bicara tim pemenangan Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, yang menuding demo ojol sengaja digerakkan. 

"Tolong, bedakan politik dengan ojek online. Jadi jangan dipolitisasi. Kalau acara ini didukung pihak kanan dan kiri itu salah. Ini murni ojek online, karena ini pekerjaan kami," katanya, Selasa (27/11/2018) tadi malam.

Ganis mengatakan, para driver ojek di seluruh Jawa Timur benar-benar tersinggung, begitu Prabowo menyebut tukang ojek dalam pidatonya, yang seolah-olah, menjadi tukang ojek bukan hal yang baik. "Kami harapkan sesungguhnya kedua calon ini memberikan solusi ke depan untuk masyarakat seperti apa. Karena tingkat pengangguran tiap tahun semakin tinggi," ujarnya. 

Harusnya, lanjut Ganis, kedua capres, baik Jokowi-KH Ma'Aruf Amin maupun Prabowo-Sandiaga Uno bisa menggandeng masyarakat, khususnya para driver ojek online. "Sekali lagi, semua pergerakan demo di Jatim adalah murni empati dan orang yang bekerja di dunia online. Semua bergerak dari hati nurani. Jangan dipolitisasi," imbuhnya. 

Ganis yang mewakili jutaan ojek online hanya ingin bekerja dan bisa menghidupi keluarga dengan cara halal. "Sekali lagi kami tegaskan ini murni pergerakan kami (ojol)," katanya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, banyak yang menganggap gerakan driver ojek online di berbagai daerah yang menuntut Prabowo untuk meminta maaf telah dipolitisasi.

Salah satu pihak yang mengatakan hal tersebut yakni Juru Bicara Prabowo-Sandi, Andre Rosiade. Dia menyebut, ada indikasi unjuk rasa ojek online kepada Prabowo sudah dimobilisasi. Andre menduga ada yang ingin mendiskreditkan Prabowo dengan membangun narasi seolah-oleh Prabowo menghina ojek online.

"Ada dugaan indikasi, ada yang mencoba mendiskreditkan Pak Prabowo, dengan membangun narasi menghina ojek online. Ada indikasi yang mencoba mengompori dan memprovokasi," katanya.


Editor : Himas Puspito Putra