Dendam, Kakek di Tulungagung Mengamuk dan Bacok Kakak Ipar saat Acara Hajatan

Ihya' Ulumuddin, Anang Agus Faisal ยท Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:43 WIB
Dendam, Kakek di Tulungagung Mengamuk dan Bacok Kakak Ipar saat Acara Hajatan

Juremi (65), yang membacok kakak iparnya Suhanto (69), ditangkap petugas Mapolres Tulungagung, Jatim, Jumat (16/8/2019). (Foto: iNews/Anang Agus Faisal)

TULUNGAGUNG, iNews.id – Seorang kakek di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim), mengamuk di acara hajatan warga di Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru. Pria bernama Juremi (65) ini kalap dan membacok kakak iparnya Suhanto (69), menggunakan sabit karena dipicu dendam. Akibatnya korban terluka parah.

Tak hanya korban, dua warga lainnya juga ikut terkena sabetan sabit pelaku saat berusaha melerai, yakni Henik Nuryati dan Legistio Sulunggung. Meski selamat, mereka bertiga harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Iskak Tulungagung karena mengalami luka cukup serius.

Peristiwa penganiayaan ini terjadi di sebuah acara hajatan tetangga pelaku, Sumadi. Saat itu, pelaku dan korban sama-sama datang memenuhi undangan. Namun, belum sampai hajatan dimulai, keduanya bertemu dan terlibat cekcok.


BACA JUGA: Kesal Tak Dihargai, Suami Aniaya Istri Hingga Tewas di Makassar


Saat itulah, Juremi mengamuk dan menyerang Suhanto dengan sabit hingga terkapar. Tak hanya itu, Juremi juga mengayunkan sabit dengan membabi buta, hingga melukai dua warga lainnya.

“Motif sementara karena dendam. Pelaku ini rupanya sudah lama beseteru dengan korban. Puncaknya di acara hajatan tadi malam. Pelaku mengamuk dan membacok korban yang tak lain kakak iparnya sendiri,” kata Kapolsek Ngantru AKP Puji Widodo, Jumat (16/8/2019).

Puji mengatakan, pelaku sempat melarikan diri pascapenganiayaan malam itu. Yang bersangkutan berlari ke area persawahan dan bersembunyi di aliran Sungai Brantas. Namun, pelarian itu tak berlangsung lama. Dalam hitungan jam, polisi berhasil menangkap Juremi.

“Pelaku kami temukan bersembunyi di Sungai Brantas. Sekujur tubuhnya basah. Rupanya pelaku ini bersembunyi dengan menyelam. Tetapi atas bantuan warga, pelaku berhasil kami tangkap,” katanya.

Selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebuah sabit yang masih terdapat bercak darah. Pelaku dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. “Ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara,” katanya.


Editor : Maria Christina