Densus 88 Geledah Rumah Mertua Terduga Teroris Asal Bekasi di Nganjuk

Antara, Mukhtar Bagus ยท Rabu, 15 Mei 2019 - 17:51 WIB
Densus 88 Geledah Rumah Mertua Terduga Teroris Asal Bekasi di Nganjuk

Suasana rumah mertua terduga teroris DED di Dusun Tunggulrejo, Desa Baleturi, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Jatim, usai penggeledahan pada Selasa (14/5/2019). (Foto: iNews/Mukhtar Bagus)

NGANJUK, iNews.id - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menggeledah rumah mertua terduga teroris DED asal Bekasi di Dusun Tunggulrejo, Desa Baleturi, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim), Rabu (15/5/2019). Penggeledahan itu melanjutkan yang sebelumnya dilakukan Selasa (14/5/2019) malam.

Tim Densus datang sekitar jam 11.30 WIB. Sekitar tujuh orang tim Densus datang dikawal oleh anggota Polres Nganjuk saat hendak penggeledahan. Tim langsung masuk ke rumah bercat putih itu.

Pintu masuk menuju rumah ditutup dan dikawal petugas. Begitu juga di bagian halaman hingga sekeliling rumah. Petugas juga menggeledah seluruh lokasi, termasuk halaman belakang hingga kandang sapi milik mertua DED.


BACA JUGA: Densus 88 Amankan Terduga Teroris Asal Bekasi di Nganjuk


Dalam penggeledahan Selasa (14/5/2019) malam, petugas mendapatkan kertas sisa dibakar dan mengamankannya. Diduga kertas sengaja dibakar istri bersangkutan sesaat setelah dirinya diizinkan petugas untuk pulang. Selain itu, petugas juga membawa sejumlah barang bukti lain.

Proses penggeledahan itu menimbulkan rasa ingin tahu para tetangga. Mereka berduyun-duyun datang ke lokasi rumah tersebut untuk melihat pemeriksaan yang dilakukan oleh aparat.

Diketahui, terduga teroris DED diamankan di sebuah konter telepon seluler di Desa Tanjung Tani, Kecamatan Prambon, sekitar pukul 18.30 WIB Selasa (14/5/2019) kemarin. DED saat itu baru selesai membeli pulsa.


BACA JUGA: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Pasar Sayur Caruban Madiun


Salah seorang tetangga, Erna mengatakan istri bersangkutan, SA jarang bergaul dengan tetangga. SA sudah di rumah keluarganya sejak satu tahun belakangan dari mulai hamil hingga melahirkan. Kini, bayi laki-lakinya itu sudah berumur sekitar tujuh bulan.

“Dia dulu kerja di luar negeri beberapa kali dan terakhir tiba-tiba menikah. Saat menikah orang tua dan keluarga juga tidak diberi tahu. Jadi pulang sudah hamil dan melahirkan di rumah orang tua,” kata Erna.

Dia menambahkan, suami SA, yang sudah diamankan Densus, juga agak pendiam. Namun, saat waktu salat tiba, DED selalu mengumandangkan azan.

Para tetangga pun kaget serta tidak menyangka polisi akan ke rumah tetangga mereka. Polisi sempat membawa istri serta ibu yang bersangkutan ke Mapolres Nganjuk. Sementara ayah DED masih di rumah. Polisi sebelumnya memasang garis di depan rumah itu dan kini sudah dilepas.

Warga lainnya Imam Syafii juga mengatakan, keluarga DED dikenal jarang bergaul. Namun, warga tidak pernah melihat ada hal yang mencurigakan dari mereka. “Jarang bergaul dan enggak pernah keluar rumah, tapi ya biasa saja, enggak ada yang aneh,” katanya.


Editor : Maria Christina