Densus 88 Tangkap Tukang Servis Komputer di Gresik

Agus Ismanto ยท Sabtu, 18 Mei 2019 - 16:44 WIB
Densus 88 Tangkap Tukang Servis Komputer di Gresik

Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri saat menggeledah rumah terduga teroris di Bekasi, Jabar. Densus menangkap seorang terduga teroris di Kabupaten Gresik, Jatim, Sabtu (18/5/2019). (Foto: Antara)

GRESIK, iNews.id – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap seorang terduga teroris di Perumahan Griya Suci Permai (GSP) Regency, Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu (18/5/2019). Pria berinisial AS (44) itu sehari-hari bekerja sebagai tukang servis komputer.

Menurut istri AS, H (43), suaminya diamankan Tim Densus 88 usai salat subuh berjamaah di musala dekat rumah mereka, area Blok F. Densus 88 juga sempat menggeledah rumahnya. Mereka membawa satu unit laptop, telepon genggam, dan dompet milik suaminya.

“Petugas tadi membawa salah satunya laptop milik suami saya,” kata H, Sabtu (18/5/2019).

BACA JUGA:

Densus Tangkap 9 Terduga Teroris, 7 di Antaranya Berlatih di Suriah

Densus Tangkap 68 Terduga Teroris Selama Lima Bulan, Terbanyak di Mei

Namun, H mengaku tidak mengetahui alasan penangkapan suaminya AS. Polisi hanya berpesan kepada H meminta waktu selama tujuh hari untuk melakukan pemeriksaan terhadap suaminya.

Penangkapan terduga teroris AS juga berlangsung singkat. Kejadian itu membuat kaget warga sekitar. Mereka tidak menyangka tetangga baru yang tinggal di rumah kontrakan diringkus Tim Densus 88 karena diduga terkait terorisme.

Menurut warga, ayah empat anak itu tinggal di rumah kontrakan sejak bulan Januari atau baru lima bulan yang lalu. Dia tinggal bersama seorang isteri dan dua orang anaknya.

Di mata warga sekitar, terduga AS dikenal sebagai sosok lelaki pendiam. Namun, dia senang bergaul dengan masyarakat sekitar. AS juga terlibat dalam kegiatan kampung mulai dari jamaah pengajian hingga arisan RT.

“Dia itu orangnya selama ini mudah bergaul dengan masyarakat di sini. Dia juga ikut kegiatan-kegiatan di lingkungan ini,” kata tetangga, Siti.

Sementara dari pantauan, setelah penggerebekan Densus 88, rumah kontrakan AS tidak dipasangi garis polisi.


Editor : Maria Christina