Di Lirboyo, KH Ma'ruf Amin Pamit Mundur dari Rais Aam PBNU

Ihya' Ulumuddin ยท Senin, 03 September 2018 - 13:32 WIB
Di Lirboyo, KH Ma'ruf Amin Pamit Mundur dari Rais Aam PBNU

Bakal Calon Wakil Presiden, KH Ma'ruf Amin saat berkunjung ke Pesantren Lirboyo di Kediri, Senin (3/9/2018). (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

KEDIRI, iNews.id - Bakal Calon Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin berpamitan kepada para kiai sepuh di Jawa Timur untuk mundur dari posisi Rais Aam PBNU. Pamitan itu juga disertai sosialisasi keputusan dirinya maju sebagai pendamping Jokowi pada pemilihan presiden 2019 nanti. 

Pamitan itu disampaikan Ma'ruf di hadapan Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, KH Anwar Mansur dalam acara silaturahmi, Senin (3/9/2018). Hadir dalam silaturahmi itu salah satu Ketua NU, Robikin Emhas, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, A Muhaimin Iskandar, Pengasuh Pesantren Lirboyo, KH Anwar Mansur, dan lainnya. 

Itu adalah pesantren pertama yang dikunjungi Ma'ruf dalam safari pesantren selama dua hari di Jatim. "Saya safari pesantren ke Kiai Anwar Mansur selaku Rais Syuriah PWNU (Jawa Timur) dan Kiai Anwar Iskandar selaku Wakil Rais Syuriah NU. Saya akan maju sebagai calon wakil presiden," kata Ma'ruf Amin. 

BACA JUGA: 2 Hari KH Ma'ruf Amin Safari Politik ke Sejumlah Pesantren di Jatim

Bila nanti sudah ditetapkan sebagai calon wakil presiden, Ma'ruf menyampaikan, dirinya akan mundur dari posisinya sebagai Rais Aam NU. "Kalau saya sudah ditetapkan sebagai calon wakil presiden, saya akan mundur dari Rais Aam," ucap Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif itu. 

Ketum PKB, Muhaimin Iskandar mengatakan, pamitan Ma'ruf Amin adalah etika dan kewajiban dari seorang Rais Aam NU. "Memang etika dan kewajiban daripada Rais Aam, pemangku pimpinan tertinggi NU, mundur dari posisi Rais Aam dan menyampaikan itu kepada para kiai di Lirboyo, Ploso, dan di Jombang," katanya. 

Setelah dari Lirboyo, rombongan Ma'ruf Amin lalu bergerak menuju Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri. Di sini dia silaturahim dengan sang pengasuh pesantren, KH Zainuddin Djazuli, KH Nurul Huda Djazuli dan KH Fuad Mun'im Djazuli. Setelah itu, dia menuju empat pesantren terkenal di Jombang.


Editor : Himas Puspito Putra