Dianiaya Majikan, TKI Asal Banyuwangi Depresi dan Tubuh Penuh Luka

Eko Suryono · Rabu, 06 Maret 2019 - 01:11 WIB
Dianiaya Majikan, TKI Asal Banyuwangi Depresi dan Tubuh Penuh Luka

Ernawati, TKI asal Banyuwangi saat masih dirawat di RSUD Banyuwangi. Ernawati diduga dianiaya majikannya di Malaysia. (Foto: iNews.id/Eko Suryono)

BANYUWANGI, iNews.id - Berniat memulung rupiah di luar negeri justru malang yang didapat. Peristiwa itu dialami Ernawati, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Sukonatar, Kecamatan Srono, Banyuwangi, Jatim.

Kondisi Ernawati sangat mengenaskan. Selain mengalami depresi, tubuhnya juga penuh dengan luka lebam. Luka itu didapat akibat dianiaya majikannya selama bekerja di Malaysia. Saat ini, Ernawati menjalani rawat jalan di rumah setelah sempat dirawat di RSUD Banyuwangi.

Menurut Ernawati, selama bekerja di Malaysia, dirinya sudah beberapa kali pindah majikan. Namun di majikannya yang terakhir, dia kerap kali mendapatkan penyiksaan lantaran pekerjaanya yang dianggap tidak becus.

Selama bekerja di majikannya yang terakhir itu, dia juga mengaku tidak digaji bahkan harus makan dari sisa makanan yang dibuang di sampah. “Kerjanya saya tak cantik, tidur-tidur. Terus saya ditarik-tarik. Kalau jalan lambat telinga saya dijewer. Saya juga tidak dikasih makan. Akhirnya saya ambil makan di sampah,” katanya ditemui di rumahnya, Selasa (5/3/2019).

Ernawati mengaku bersyukur ada Tini, pembantu dari majikan sebelah yang menolongnya. Dia pun kerap mendapat bantuan makanan dari pembantu sebelah. “Ya, saya sering dikasih makanan dari pembantu sebelah,” katanya.



Tini, teman sesama TKI mengaku sering melihat temannya disiksa majikannya. “Ya, saya sering lihat dia (Erna) disiram pakai air sabun,” ucapnya.

Staf Perlindungan dan Pemberdayaan P4TKI Banyuwangi, Dony mengatakan, upaya pemulangan Ernawati dilakukan setelah berkoordinasi dengan KJRI Malaysia. “Meskipun Ernawati adalah TKI illegal, kita tetap bantu pemulangannya. Nah, karena desakan dari pemerintah Indonesia, Ernawati akhirnya mendapatkan gaji dari agensinya,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki