Diduga Bermasalah, KASN Akan Cek Seleksi Kakanwil Kemenag Jatim

Andi Mohammad Ikhbal ยท Jumat, 11 Januari 2019 - 16:59 WIB
Diduga Bermasalah, KASN Akan Cek Seleksi Kakanwil Kemenag Jatim

Anggota Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Tasdik Kunanto. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id - Proses seleksi Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Jawa Timur (Jatim) di Kota Surabaya diduga terdapat maladministrasi. Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) pun akan mengecek laporan tersebut.

Anggota KASN, Tasdik Kinanto mengatakan, akan memproses laporan ini. Dia akan menginformasikan ke komisioner bidang pengaduan untuk menelaah informasi itu.

"Akan dipelajari dulu oleh komisioner bidang pengaduan," kata Tasdik kepada wartawan saat dikonfirmasi di Kota Surabaya, Jatim, Jumat (11/1/2019).

BACA JUGA: Kemenag Akan Selesaikan Pendataan Masjid dan Musala 6 Bulan

Dugaan maladministrasi ini sebelumnya disampaikan oleh Aliansi Rakyat Peduli Keadilan (ARPK). Mereka juga telah membuat laporan ke KASN pusat di Jakarta.

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) RI menggelar seleksi untuk sejumlah jabatan di instansi tersebut. Antara lain untuk mengisi jabatan inspektur jenderal, serta kepala Kanwil di Riau, Jatim serta Jabar.

Seleksi yang digelar sejak awal Desember 2018 lalu ini sudah masuk pada tahap uji kompetensi. Namun dari sejumlah tahapan yang sudah dilalui, ada kabar terjadi maladministrasi untuk jabatan kepala Kanwil Jatim.

Koordinator ARPK, M Kamaluddin mengatakan, salah seorang peserta yang lolos seleksi administrasi diduga pernah mendapatkan sanksi hukuman disiplin PNS tingkat sedang pada Agustus 2016.

BACA JUGA: KASN: Praktik Suap Dapat Dicegah dengan Seleksi Terbuka

"Calon berinsial HR pernah dikenai sanksi penundaan kenaikan pangkat selama setahun, sebagaimana tertuang dalam surat Sekjen Kemenag Nur Syam No B.II/3/PKP.1/10842," ujar Kamal.

Menurut dia, jika mengacu pada PP 53 Tahun 2010, sanksi penundaan pangkat ini termasuk kategori sedang, sehingga yang bersangkutan harusnya tidak lolos seleksi administrasi.

"Begitu juga dengan calon Irwil (inspektur wilayah) IV berinisial AN yang diduga tak memenuhi syarat administrasi," kata dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal