Diduga Korupsi Dana Desa, Kepala Desa Dukuhmojo Ditahan Kejari Jombang

Mukhtar Bagus ยท Selasa, 17 September 2019 - 20:41 WIB
Diduga Korupsi Dana Desa, Kepala Desa Dukuhmojo Ditahan Kejari Jombang

Kepala Desa (Kades) Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jatim, Prana Jaya, digiring ke mobil tahanan Kejari Jombang karena diduga melakukan korupsi alokasi dana desa (ADD), Selasa sore (17/9/2019). (Foto: iNews/Mukhtar Bagus)

JOMBANG, iNews.id – Kepala Desa (Kades) Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim), Prana Jaya, ditahan karena diduga melakukan korupsi alokasi dana desa (ADD), Selasa sore (17/9/2019). Prana ditahan setelah diperiksa intensif oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang.

Dari pantauan, Prana Jaya menjalani pemeriksaan intensif di ruang penyidikan Kejari Jombang, Selasa sore. Dari pemeriksaan tersebut, penyidik menetapkannya sebagai tersangka. Setelah pemeriksaan, Prana Jaya langsung digelandang keluar oleh petugas dan dimasukkan ke mobil tahanan.

“Kami melakukan penahanan selama 20 hari terhadap tersangka PJ yang diduga melakukan penyaluran ADD fiktif. Kami melakukan penahanan karena sudah dua kali kami melakukan pemanggilan, yang bersangkutan tidak datang,” kata Kepala Kejari (Kajari) Jombang Syafirudin di Jombang, Selasa (17/9/2019).

BACA JUGA:

Korupsi Dana Desa Rp531 Juta, Oknum Kades di Kabupaten Gowa Ditangkap

Selewengkan Dana Bantuan Rp570 Juta, Kades Sindang Jaya Brebes Ditahan

Syafirudin mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, Kades Dukuhmojo diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dana desa dengan membuat laporan proyek fiktif dana desa. Nilainya sebesar Rp278 juta.

Dalam laporan yang dibuatnya, Kades Prana Jaya mengklaim telah menggunakan dana desa tahun 2018 untuk membangun tembok penahan tanah di desanya. Namun, setelah petugas melakukan pemeriksaan di lapangan, proyek tersebut ternyata fiktif.

“Modus tersangka dengan menggunakan ADD tidak sesuai dengan peruntukan, jadi proyek itu fiktif, tidak dilaksanakan. Tersangka sebelumnya sudah dikasih waktu enam bulan, tapi tidak ada perbaikan, ada pemeriksaan Inspektorat juga. Setelah hampir empat bulan, akhirnya kami lakukan penyelidikan dan penyidikan dan kami tetapkan sebagai tersangka,” katanya.

Kajari Jombang mengatakan, selain Prana Jaya, saat ini ada sejumlah kades di Jombang yang juga tersangkut dengan kasus dugaan korupsi ADD. Sebagian kasusnya masih di tingkat penyidik Polres Jombang. “Ada sebagian juga dilakukan oleh penyidik Polres, sekarang SPDP (surat pemberitahuan dimulainya penyidikan) sudah ada, tapi belum ke penuntutan,” katanya.

Akibat perbuatannya, Kades Dukuhmojo Prana Jaya terancam dijerat dengan Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara.


Editor : Maria Christina