Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Bojonegoro Dilanda Longsor

Antara ยท Selasa, 12 Februari 2019 - 16:24 WIB
Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Bojonegoro Dilanda Longsor

Ilustrasi tebing longsor. (Foto: Okezone)

BOJONEGORO, iNews.id – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, membuat sejumlah lokasi di kawasan itu mengalami longsor. Akibatnya, permukiman warga dan prasarana jalan terancam.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Nadif Ulfia mengatakan, dari hasil survei BPBD di tiga lokasi longsor, semuanya akibat hujan yang terjadi selama musim penghujan sekarang ini. "Tanah longsor yang terjadi masuk jenis longsoran rotasi bukan pengaruh adanya sesar aktif di daerah kami," katanya di Bojonegoro, Selasa (12/2/2019).

Dia mengatakan BPBD sudah melakukan survei tanah longsor sepanjang 26,6 meter selebar 7 meter dengan tinggi 3,5 meter di Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem. Dari kejadian longsor di wilayah setempat tembok penahan tanah/tebing, taman di kecamatan setempat ambrol, serta sebagian jembatan rusak.

Selain itu, lanjut dia, juga di Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem, juga terjadi tanah longsor sepanjang 33,9 meter, selebar 3,7 meter setinggi dua meter. "Di wilayah itu kalau curah hujan tinggi berpotensi terjadi tanah longsor lanjutan yang mengancam jalan poros kecamatan juga sejumlah pemukiman warga," katanya.

Lainnya tanah longsor sepanjang 9,5 meter dengan lebar 8,9 meter setinggi 2,6 meter di Desa Ngambon, Kecamatan Ngambon. Longsor di wilayah setempat mengakibatkan tembok penahan tanah rusak, saluran air juga rusak dan satu unit gapura selamat datang juga rusak. Jalan poros kecamatan juga terancam tergerus longsoran.

Mengenai penanganan longsor di tiga lokasi itu, kata dia, dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Penataan Ruang. "Sekarang masih dalam proses untuk ditangani," katanya.

Dia mengaku BPBD juga menerima laporan longsor tebing Sungai Gandong, di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tambakrejo, sepanjang puluhan meter yang mengancam pemukiman kawasan Ponpes Asror Robbany.

Penanganan longsor tebing Sungai Gandong, lanjut dia, akan dilakukan secara darurat, sebab kalau terjadi longsor susulan bisa mengancam bangunan di ponpes setempat. "BPBD sudah mengirimkan bronjong juga batu kali untuk penanganan darurat tebing longsor Sungai Gandong sepanjang 20 meter," ucap Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Yudi Hendro menambahkan.

Yang jelas, menurut Nadif, BPBD mewaspadai terjadinya longsor tanah yang bisa mengancam jalan poros kecamatan, tebing sungai, juga tanah yang lainnya selama musim hujan. "Kami juga mengimbau masyarakat waspada, sebab selama musim hujan rawan terjadi tanah longsor," ucapnya.


Editor : Himas Puspito Putra