Geger Temuan Tengkorak dan Tulang Manusia Bekas Dibakar di Pegunungan Mojokerto

Sholahudin ยท Senin, 03 Juni 2019 - 12:46 WIB
Geger Temuan Tengkorak dan Tulang Manusia Bekas Dibakar di Pegunungan Mojokerto

Petugas memasang garis polisi di lokasi TKP penemuan tengkorak manusia bekas dibakar di Pegunungan Trawas, Mojokerto. (Foto: iNews/Sholahuddin)

MOJOKERTO, iNews.id – Penemuan tengkorak manusia dan beberapa potongan tulang bekas dibakar menggemparkan warga Desa Kesemen, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim). Lokasi temuan kerangka itu berada di tengah ladang jagung dan ketela di daerah pegunungan Trawas.

Saksi mata Mukadi mengatakan, awalnya dia sedang mencari rumput saat melihat ada bekas pembakaran di lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Begitu didekati, betapa terkejutnya dia karena ada tengkorak manusia dan beberapa tulang yang tampak habis dibakar.

Mukadi selanjutnya pulang ke rumah dan mengambil ponsel kemudian kembali lagi ke TKP. Dia mengambil beberapa gambar dan membawanya sebagai bukti untuk dilaporkan ke relawan bencana Macan Putih dan Koramil setempat.


“Saya lagi cari rumput pas lihat ada bekas pembakaran dan ternyata ada tengkorak. Saya pulang rumah ambil HP, lalu foto dan beri tahu ke relawan dan petugas Koramil,” ujarnya, Senin (3/6/2019).

BACA JUGA: Geger, Seorang Perempuan Tewas Dimangsa Ular Piton 7 Meter di Buton Sultra

Mendapat laporan warga, anggota Polsek Ngoro dan Trawas langsung mendatangi TKP bersama sejumlah warga. Petugas selanjutnya melakukan olah TKP dan serangkaian penyelidikan, serta memasang garis polisi.

“Saat ini yang kami temukan di TKP hanya tengkorak dan potongan tulang. Belum ada hal lain dan kasus ini masih kami selidiki,” ujar Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP M Sholikin Ferry, Senin (3/6/2019).

Sejumlah barang bukti berupa tengkorak manusia dan potongan tulang saat ini telah dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Bayangkara Polda Jatim untuk pemeriksaan forensik. Belum dapat dipastikan penemuan tengkorak manusia ini merupakan korban pembunuhan atau ada penyebab lainnya.


Editor : Donald Karouw