Gempa Situbondo Rusak 2 Bangunan di Probolinggo

Hana Purwadi ยท Kamis, 11 Oktober 2018 - 12:46 WIB
Gempa Situbondo Rusak 2 Bangunan di Probolinggo

Warga Desa Condong Probolinggo saat membersihkan puing-puing bangunan yang rusak akibat gempa Situbondo. (Foto: iNews.Hana Purwadi)

PROBOLINGGO, iNews.id – Gempa bumi berkekuatan 6,3 skala richter (SR) yang berpusat dekat Situbondo juga merusak sejumlah bangunan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (Jatim). Tercacat, dua bangunan di dua kecamatan dilaporkan terdampak kerusakan.

Pantauan iNews, salah satu lokasi kerusakan yakni di rumah Riyanto warga Desa Condong, Kecamatan Wangkal, Kabupaten Probolinggo. Kerusakan bangunan tersebut rata rata terjadi pada bagian tembok bangunan dan bagian dapur yang roboh dan nyaris rata dengan tanah.

“Kami semua lagi tidur di dalam rumah. Saat terasa gempa semua langsung keluar menyelamatkan diri. Bangunan dapur kami yang roboh dan rusak parah,” kata Abdul Rohim, salah satu penghuni rumah tersebut.


BACA JUGA:

Gempa Guncang Jawa Timur dan Bali, Tiga Tewas

Detik-Detik Gempa Jatim 6,3 SR di Malang dan Situbondo


Petugas TNI-Polri bersama warga ikut membantu membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan. Selain kerusakan rumah warga di Desa Condong, gempa Situbondo juga merusak bangunan Masjid di Desa Krucil, Kecamatan Krucil, juga ikut terdampak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo Anung Widianto membenarkan ada dampak kerusakan yang terjadi di wilayahnya. “Jadi ada bangunan yang terdampak di dua kecamatan. Tim reaksi cepat sudah terjun ke lapangan untuk mendata kerusakan. Saat ini baru dua bangunan, namun bisa saja bertambah,” ujarnya.

Diketahui, gempa bumi dengan kekuatan 6,3 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Jawa Timur dan Bali pada Kamis (11/10/2018) pukul 01.57 WIB. BMKG melaporkan episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Propinsi Jawa Timur pada kedalaman 12 km. Gempa tidak berpotensi tsunami.


Editor : Donald Karouw