Gubernur Khofifah Buka Peluang Kerja Sama Hasil Laut dengan Belarus

Ihya' Ulumuddin · Selasa, 13 Agustus 2019 - 01:11 WIB
Gubernur Khofifah Buka Peluang Kerja Sama Hasil Laut dengan Belarus

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Duta Besar Belarus HE Valery Kolesnik saat melakukan pertemuan di Gedung Negara Grahadi, Senin (12/8/2019) sore. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka peluang kerja sama di bidang pengolahan hasil laut dengan Belarus. Komitmen ini disampaikan Khofifah saat bertemu Duta Besar Belarus HE Valery Kolesnik di Gedung Negara Grahadi, Senin (12/8/2019) sore.

Kerja sama di bidang olahan hasil laut dengan negara pecahan Uni Sovyet itu dinilai sangat potensial dan dapat meningkatkan nilai ekspor Jawa Timur ke Belarus.

“Republik Belarus tidak memiliki wilayah laut. Sehingga mereka tertarik kerja sama di sektor olahan hasil laut terutama adalah tuna dan salmon,” katanya, Senin (12/8/2019).

Khofifah menyampaikan, Jawa Timur memiliki potensi besar untuk dapat menyuplai tuna ke Belarus. Sebab, di Kabupaten Malang, (kawasan Sendang Biru) selama ini dikenal sebagai penyuplai tuna terbesar di Indonesia.

“Belarus (bisa) ambil ikan tuna dari Sendang Biru. Pengolahan bisa dilakukan di areal Surabaya Industial Estate Rungkut (SIER), sehingga dekat dengan pelabuhan Tanjung Perak,” kata Ketua Umum PP Muslimat NU ini.

BACA JUGA: Menteri Susi Minta Pengusaha Lapor Hasil Tangkapan Ikan dengan Benar

Khofifah menambahkan, untuk industri pengolahan hasil laut, Jawa Timur memiliki perusahaan pengolahan yang cukup advance.  Salah satunya berada di Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER).

Menurut Khofifah, di SIER masih tersedia beberapa area yang siap untuk digunakan industri pengolahan termasuk olahan ikan. “Jadi kalau Belarus mau invest dalam waktu dekat bisa ke SIER,” katanya.

Pada kesempatan itu, gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini tidak lupa mempromosikan titik-titik wisata potensial yang ada di Jawa Timur. “Bluefire, ini hanya ada  dua di dunia, satu di Iceland, satu di Ijen, kalau di Iceland katanya  jarang  muncul tapi kalau di Ijen hampir tiap dini hari  muncul, lalu dilanjutkan ke Bromo,” ujar Khofifah.

Hal ini dianggap penting karena dinilai dapat memberikan dampak postif bagi pariwisata Jawa Timur, khusunya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Jawa Timur lebih khusus lagi  dari Belarus dan Eropa Timur.

“Dubes atau diplomat memiliki jaringan yang luas. Melalui jaringannya beliau, kita berharap promosi wisata dan kerjasama antar negara dapat kita bangun lebih luas. Belarus dikenal negara yang memiliki teknologi alutsista yang canggih. Saya rasa banyak hal yang bisa kita bangun kerja sama,” katanya.

 


Editor : Kastolani Marzuki