Guru SMA Ditemukan Tewas dengan Muka Lebam di Probolinggo, Tas dan Uang Hilang

Hana Purwadi ยท Senin, 17 Juni 2019 - 17:31 WIB
Guru SMA Ditemukan Tewas dengan Muka Lebam di Probolinggo, Tas dan Uang Hilang

Warga memadati halaman rumah guru yang ditemukan tewas di rumahnya, Kelurahan Wonoasih, Kecamatan Wonoasih, Kabupaten Probolinggo, Jatim, Senin (17/6/2019). (Foto: iNews/Hana Purwadi)

PROBOLINGGO, iNews.id – Seorang guru di Kota Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), ditemukan tewas di kamar rumahnya, Kelurahan Wonoasih, Kecamatan Wonoasih, Senin (17/6/2019). Mulutnya mengeluarkan darah dan wajahnya lebam. Sementara tas korban berisi uang, ATM, dan telepon seluler (ponsel) raib.

Dugaan sementara, guru SMA di Leces bernama Endang Sukeni (59), yang ditemukan tewas dengan kondisi tidak wajar itu korban perampokan. Saat ditemukan, korban hanya mengenakan daster. Jenazah janda itu langsung dievakuasi ke Rumah Sakit dr Mohamad Saleh untuk visum et repertum, Senin siang.

Informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, korban ditemukan pertama kali oleh teman putranya, Tomi Ramadhani. Dia mendapat telepon dari anak korban bernama Hendra untuk melihat kondisi ibunya di rumah.


BACA JUGA: Potongan Kaki Misterius Ditemukan di Tepi Jalan Tol Perbatasan Nganjuk-Jombang


Pasalnya, Hendra mendapat telepon dari rekan kerja ibunya sesama guru, ibunya belum juga datang ke sekolah. Sementara ibunya mendapat tugas membawa masakan untuk kegiatan halalbihalal di sekolah.

“Saya dapat telepon, disuruh cek. Pas lihat ke dalam, kondisinya sudah di lantai kamar, tengkurap menyamping. Dari hidungnya keluar darah dan ada memar,” kata Tomi Ramadhani (25).

Dia mengatakan, awalnya dia tidak curiga dengan penyebab kematian korban. Anak korban kemudian datang ke rumah untuk memeriksa kondisi korban. “Tas berisi hp sama ATM enggak ada. Gerbangnya tertutup tadi, tapi tidak terkunci,” kata warga, Tomi.

Kapolsek Wonoasih Kompol Sukatno menambahkan, dari keterangan saksi termasuk anak korban dan pemeriksaan awal, polisi menemukan ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

“Anak korban mengaku setelah melihat ibunya tengkurap, dia lalu membalikkan jenazah ibunya. Ternyata ada darah keluar dari hidungnya dan mukanya bengkak, memar-memar, biru. Indikasi pertama, ya saya menduga ada unsur penganiayaan,” katanya.

Selain itu, dari keterangan saksi dan anak korban bernama Hendra, tas korban berisi uang yang jumlahnya tidak diketahui, ponsel, dan ATM hilang. Mengenai dugaan korban dirampok, Kapolsek Wonoasih mengatakan, masih menyelidikinya.

“Ini kasat reskrim masih olah TKP tadi. Kami masih mendalami kasus ini guna memastikan penyebab kematian korban,” ujarnya.

Selain itu dari pemeriksaan polisi diketahui rumah korban saat kejadian kosong. Anaknya sedang bekerja. Korban diperkirakan tewas setelah anaknya berangkat kerja sekitar jam 07.00 WIB dan baru ditemukan agak siang.


Editor : Maria Christina