Gus Hans, Orang Madura Diusung untuk Pimpin Surabaya di Pilkada 2020

Ihya' Ulumuddin ยท Sabtu, 09 November 2019 - 18:20 WIB
Gus Hans, Orang Madura Diusung untuk Pimpin Surabaya di Pilkada 2020

Gus Hans (kanan) saat acara syukuran ulang tahun Golkar beberapa waktu lalu. (Foto: iNews.id/Ihya Ulumuddin).

SURABAYA, iNews.id - Komunitas masyarakat Madura di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) mendukung KH Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) maju Pilkada Kota Surabaya 2020. Mereka menilai, figur yang memiliki darah Madura ini memiliki visi yang kuat untuk memimpin daerah.

"Orang tua Gus Hans berasal dari Madura, sehingga kami ada solidaritas," kata perwakilan Komunitas Madura Surabaya Harun Al Rasyid, di Kota Surabaya, Jatim, Sabtu (9/11/2019)

Harun menjelaskan, darah keturunan Madura berasal dari kakek buyut Gus Hans yakni KH Tamim Irsyad dari Bangkalan. Dia datang ke Jombang atas perintah dan amanat gurunya KH Kholil Bangkalan, dan membangun Pondok Pesantren Darul Ulum (Rejoso) Jombang pada tahun 1885.

Selain sesama berasal dari Madura, menurut Harun, Gus Hans memiliki visi dan misi yang cukup mumpuni. Mantan juru bicara Khofifah - Emil di Pilgub 2018 lalu itu dianggap sosok visioner yang mampu memimpin Surabaya.

Harun yakin, Gus Hans bisa menyempurnakan program Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Melengkapi pembangunan yang selama ini sudah dilakukan Risma.

"Dia punya semacam kejelasan konsep bagaimana sisi-sisi Surabaya belum disentuh selama kepemimpinan sebelumnya," kata pria yang juga Ketua Rampak Naong Surabaya itu.

Dirinya optimis, komunitas Madura lainnya akan segera merapatkan barisan. Dengan jumlah 40 persen dari total penduduk Surabaya, warga Madura akan memberikan bekal cukup bagus bagi Gus Hans.

Selanjutnya, Harun segera mengantarkan Gus Hans berkeliling silaturahmi ke berbagai komunitas Madura di kota pahlawan. Bahkan dalam waktu dekat ia segera menggerakkan komunitas relawan di Jalan Progo yang pada Pilgub 2018 lalu mendukung Khofifah - Emil, untuk turut berjuang.

"Kita minta beri kesempatan orang Madura pimpin Surabaya. Sejak Trunojoyo jadi adipati sampai sekarang belum ada lagi," ujar dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal