Hari Keempat, 3 ABK Korban Kapal Terbakar di Gresik Belum Ditemukan

Ihya' Ulumuddin ยท Rabu, 05 Desember 2018 - 16:14 WIB
Hari Keempat, 3 ABK Korban Kapal Terbakar di Gresik Belum Ditemukan

Kapal Motor Gerbang Samudra rute Surabaya-Banjarmasin yang terbakar di perairan Karang Jamuang, Gresik Jatim, Minggu (5/12/2018). (Foto: iNews/Nur Syafei)

SURABAYA, iNews.id – Tiga Anak Buah Kapal (ABK), korban KM Gerbang Samudra yang terbakar di Perairan Karang Jamuang Gresik, Jawa Timur, Minggu (2/12/2018) belum juga ditemukan. Hingga saat ini petugas Basarnas masih melakukan pencarian terhadap ketiga korban.

Ketiga ABK tersebut antara lain Soehaldani (nakhoda), Nurul Fardillah (cadet deck), dan Sirka Mala Marifat (cadet deck). Ketiga korban itu diduga terjebak di dalam kamar saat insiden kapal terbakar.
“Kami sudah lakukan pencarian. Tetapi belum membuahkan hasil. Sampai hari proses pencarian terus kami lakukan,” kata petugas Basarnas Surabaya, Eko Priambodo, Rabu (5/12/2018).

Eko mengatakan, proses pencarian masih dilakukan di laut, di sekitar lokasi kapal terbakar. Belum sampai di bangkai kapal. Pasalnya, hingga hari keempat sejak kebakaran, bangkai kapal masih mengeluarkan asap.

“Kondisi kapal masih belum memungkinkan untuk dinaiki, karena sampai saat ini masih mengeluarkan asap.  Kondisi bangkai kapal masih panas, sehingga harus dilakukan pendinginan dengan menyemprot air terlebih dahulu,” katanya.

BACA JUGA: 

Bawa 145 Penumpang, Kapal Gerbang Samudra I Terbakar di Karang Jamuang

3 Orang Masih Hilang, Begini Kronologi Terbakarnya KMP Gerbang Samudra

Evakuasi Dramatis Penumpang Kapal Gerbang Samudra, Petugas Kesulitan


Basarnas, lanjut Eko, juga telah menarik bangkai kapal ke posisi aman berjarak 20 nautical mile (NM), dari daratan. Selain untuk memudahkan pendinginan, itu dilakukan agar bangkai kapal tidak terseret arus laut.

“Bangkai kapal sekarang posisinya sudah berada di posisi paling dekat dengan daratan. Jadi ketika air laut surut, bangkai kapal itu bisa kandas, dan jika air pasang kapal tidak kandas,” katanya.

Eko juga mengakui, hingga hari keempat ini proses pencarian tidak berjalan maksimal. Penyebabnya, kondisi cuaca yang buruk.

“Kondisi laut di lokasi bangkai kapal masih hujan, disertai angin kencang dan gelombang. Sehingga hanya bisa memantau dari luar kapal. Mudah-mudahan dengan hujan ini bisa bantu mendinginkan kapal. Sehingga besok tim bisa menaiki kapal untuk mencari korban hilang di dalam kapal," ucapnya.

Seperti diketahui, kapal berpenumpang 130 orang ini terbakar di Perairan Karang Jumuang, Gresik, Minggu (2/12/2018) dini hari. Saat itu kapal baru saja berlayar dari Tanjung Perak Surabaya menuju Banjarmasin. Dalam insiden tersebut, tiga ABK hilang. Terdiri dari nakhoda dan dua kadet. Sementara sembilan penumpang luka.


Editor : Himas Puspito Putra