Heboh Bayi 18 Bulan Terikat Dalam Bangunan Liar di Surabaya, Pelakunya sang Ayah

Ihya' Ulumuddin ยท Minggu, 04 Agustus 2019 - 14:34 WIB
Heboh Bayi 18 Bulan Terikat Dalam Bangunan Liar di Surabaya, Pelakunya sang Ayah

Petugas saat mengevakuasi bayi 18 bulan yang diikat orangtuanya di bangunan liar wilayah Tambaksari, Surabaya. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id – Bayi 18 bulan ditemukan terikat tali tambang pada sebuah bangunan liar di Jalan Putro agung II, Nomor 40, Tambaksari, Surabaya. Posisinya terikat di bagian pinggang dengan tali dikait pada rangka besi tempat tidur. Lebih mirisnya saat ditemukan, bayi ini tanpa mengenakan pakaian dan hanya berbalut popok.

Keterangan warga, bayi malang ini ditemukan pada Sabtu (3/8/2019) pukul 15.20 WIB. Saat itu, saksi yang merupakan seorang warga yang sedang melintas di depan bangunan liar tersebut. Tak sengaja, dia melihat bayi itu sedang berdiri dengan kondisi terikat.

"Warga langsung heboh dan melapor ke Command Center Pemkot Surabaya. Beberapa menit, akhirnya petugas BPB Linmas (Badan Penanggulangan Bencana, Perlindungan Masyarakat) datang memberikan pertolongan," kata Kacong, seorang warga setempat, Minggu (4/8/2019).

Kendati demikian, proses evakuasi balita ini tidaklah mudah. Pasalnya, sang ayah berinisial WDD (61) berupaya menghalangi dan melawan. Informasi yang dihimpun, orangtuanya inilah yang mengikat bayi tersebut.

"Ayahnya sendiri yang ikat. Kabarnya dia agak depresi karena ditinggal pergi sang istri," katanya.

Belum ada keterangan resmi dari Pemkot Surabaya atas kasus dugaan penganiayaan tersebut. Namun, menurut sejumlah petugas Linmas, balita malang tersebut sudah mendapatkan perawatan medis. Kondisinya sehat dan hanya mengalami luka lecet akibat ikatan.

Saat ini, bayi mungil sudah dibawa ke Kampung Anak Negeri Dinas Sosial Kota Surabaya di Jalan Wonorejo Timur Nomor 130, Rungkut. Pihak keluarga lain belum ada yang bisa dihubungi. Sementara ayhnya WDD, diamankan ke kantor Satpol PP dan diserahkan ke Lingkungan Pondok Sosial (liponsos) Keputih, Surabaya.


Editor : Donald Karouw