Hendak Berangkat, Calhaj asal Pamekasan Ketahuan Bawa Timbangan Baja

Yudha Prawira ยท Rabu, 10 Juli 2019 - 09:40 WIB
Hendak Berangkat, Calhaj asal Pamekasan Ketahuan Bawa Timbangan Baja

Petugas haji memeriksa barang dan kesiapan calhaj. (Foto: Koran Sindo).

SURABAYA, iNews.id - Seorang calon jamaah haji (calhaj) asal Kabupaten Pamekasan Madura, Jawa Timur (Jatim), kedapatan membawa sebuah timbangan baja. Barang tersebut disembunyikan diantara tumpukan pakaian di dalam tas kopernya.

Kabid Penerimaan dan Pemberangkatan Haji Kanwil Kementerian Agama Jatim, Sutarno mengatakan, penemuan ini bermula ketika petugas bandara memeriksa barang bawaan calhaj dengan mesin X-Ray.

"Di dalam tasnya kemudian teridentifikasi benda mencurigakan yang berada di antara tumpukan pakaian," kata Sutarno kepada wartawan di Asrama Haji Embarkasi Sukolilo Surabaya, Jatim, Rabu (10/7/2019).

BACA JUGA: Calhaj Embarkasi Surakarta Meninggal Dunia dalam Penerbangan ke Madinah

Saat diperiksa dan digeledah, petugas menemukan sebuah benda berat terbungkus plastik. Begitu dibuka, ternyata benda berat tersebut, sebuah timbangan baja yang memiliki ujung runcing dan dinilai membahayakan penumpang pesawat.

Petugas pun tidak mengijinkan pemiliknya membawa benda yang dilarang dan membahayakan penerbangan. Apalagi barang tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan urusan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah.

"Pemiliknya mengaku timbangan tersebut digunakan untuk menimbang barang dan makanan," ujar dia.

BACA JUGA: Kelompok Lanjut Usia Rentan Sakit saat Ibadah Haji, Ini yang Harus Diperhatikan

Selain calhaj asal Pamekasan tersebut, petugas juga menyita sejumlah barang-barang milik jamaah lainnya. Di antaranya botol minuman air mineral, botol cairan madu, cairan kosmetika, tujuh pisau kecil, empat gunting dan tiga korek api.

Temuan-temuan tersebut didapat dari calhaj kloter sembilan Asrama Haji Embarkasi Sukolilo Surabaya, Jatim. Petugas bandara sendiri memaklumi hal ini, karena banyak dari calhaj yang masih awam menjadi penumpang pesawat perjalanan ke luar negeri.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal