Hibah Tanah Pemkot Surabaya ke Polda Jatim Tuai Kritik, DPRD Duga Ada Pamrih

Ihya' Ulumuddin · Jumat, 26 Juli 2019 - 22:10 WIB
Hibah Tanah Pemkot Surabaya ke Polda Jatim Tuai Kritik, DPRD Duga Ada Pamrih

Hibah tanah Pemkot Surabaya ke Polda Jatim panen kritikan dari DPRD. (Foto: istimewa)

SURABAYA, iNews.id – Hibah tanah Pemkot Surabaya ke Polda Jawa Timur menuai kritik dari kalangan DPRD Surabaya. Mereka menduga ada pamrih terhadap pemberian tanah untuk pembangunan Polsek tersebut.

Kritik tersebut disampaikan karena pemberian hibah dilakukan diam-diam, tanpa sepengetahuan lembaga legislatif.

“Ini aset kan milik daerah. Bukan milik wali kota perorangan. Jadi ada baiknya teman-teman Yos Sudarso (DPRD Surabaya) diajak bicara. Teman-teman jajaran samping (polisi dan kejaksaan) dimintakan pandangan hukumnya, supaya tidak salah melangkah,” kata anggota Komisi C DPRD Surabaya Vinsensius Awey, Jumat (26/7/2019).

Awey khawatir, pemberian hibah dilakukan karena ada sesuatu. Misalnya menjadi bagian dari kompensasi atas sejumlah kasus yang ada di Pemkot Surabaya, atau juga untuk mempermudah penyelesaian kasus yang tengah dihadapi.

“Jangan sampai dibaca lain oleh masyarakat, bahwa pemkot menggunakan tangan-tangan institusi penegak hukum ini untuk memenangkan semua perkara hukum pemkot. Ini kan berbahaya,” kata politisi NasDem ini.

BACA JUGA: Wali Kota Surabaya Mendadak Temui Kapolda, Polda Jatim: Soal Polsek Baru

Apalagi, selama ini, kepolisian maupun instansi vertikal lain sudah mendapatkan anggaran dari APBN. Artinya, untuk sekadar Polsek, kepolisian bisa membangun sendiri. “Lagipula, Surabaya juga masih butuh lahan untuk fasilitas publik. Beberapa kantor kita, seperti kantor camat, lurah dan kantor pelayanan masih sewa,” katanya.

“Kalau memang ada lahan (nganggur), dibangun rusun akan lebih bermanfaat. Sebab, hari ini ada 7.000-an warga mengantre. Surabaya ini masih butuh lahan kosong untuk membangun rusun bagi warga tidak mampu,” ujarnya.

Diketahui, beberapa waktu lalu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendatangi Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan di Mapolda Jatim. Kedatangan Risma tersebut untuk menyampaikan hibah tiga polsek di Surabaya. “(Pertemuan dengan kapolda) terkait rencana polsek baru. Di Lakarsantri, Gunung Anyar sama Bulak," kata Risma sesuai pertemuan, Senin (15/7/2019).

Risma mengaku, pembangunan tiga polsek di tanah milik Pemkot Surabaya semata untuk mengamankan aset. Dia ingin, aset milik Pemkot Surabaya berupa tanah tersebut bisa difungsikan dengan baik, demi peningkatan keamanan di wilayah tersebut.

Kendati demikian, muncul spekulasi bahwa hibah tersebut diberikan berkaitan dengan kasus jalan ambles yang menyeret nama anak sulungnya Fuad Benardi. Dalam kasus tersebut, anak Risma pernah diperiksa Polda Jatim sebagai saksi. Fuad diperiksa karena diduga mengetahui proses perizinan proyek ambles tersebut.


Editor : Kastolani Marzuki