Imam Nahrowi Tersangka KPK, Begini Reaksi Warga Sidoarjo

Yoyok Agusta ยท Kamis, 19 September 2019 - 19:11 WIB
Imam Nahrowi Tersangka KPK, Begini Reaksi Warga Sidoarjo

Rumah mantan Menpora Imam Nahrawi di Desa Kedung Cangkring, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur, sepi pasca-penetapan status tersangka oleh KPK. (Foto: iNews.id/Yoyok Agusta)

SIDOARJO, iNews.id – Rumah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi di Desa Kedung Cangkring, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur terlihat sepi setelah ditetapkan tersangka dana hibah Kemenpora kepada KONI tahun 2018.

Pantauan iNews, Kamis (19/9/2019), rumah Imam Nahrowi tampak sepi sehari setelah ditetapkan tersangka oleh KPK. Hanya ada pembantu rumah tangga yang menjaga rumah itu.

Imam Nahrawi diketahui tinggal di rumah tersebut sejak menikah dengan Shobibah Rohmah dan dikaruniai tujuh anak.

Warga Kedung Cangkring, Miftahul Ulum mengaku terakhir melihat Imam Nahrawi pada Minggu (15/9/2019) dan sempat bercengkrama dengan warga sekitar. “Terakhir lihat hari Minggu. Sekarang rumahnya kosong. Orangnya pada ke Jakarta,” katanya, Kamis (19/9/2019).

BACA JUGA: Tersangka KPK, Imam Nahrawi Pamit dari Kemenpora

Ulum mengaku kaget dengan penetapan Imam Nahrawi sebagai tersangka dalam kasus suap dana hibah KONI. “Kaget dan nggak percaya. Pak Imam orangnya baik dan ramah,” ucapnya.

Warga berharap apa yang disangkakan KPK kepada Imam Nahrawi tidak benar dan kasus yang menjerat Imam Nahrawi cepat selesai. “Ya, semoga saja (kasusnya) tidak benar,” katanya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Imam Nahrawi dan asisten pribadinya, Miftahul Ulum sebagai tersangka tindak pidana korupsi dalam kasus suap dana hibah Kemenpora kepada KONI tahun 2018. Ulum sebelumnya telah ditahan oleh komisi antirasuah itu.

BACA JUGA: Sebelum Jadi Tersangka, Imam Nahrawi Dicegah ke Luar Negeri Sejak 23 Agustus

Tersangka dikenakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.


Editor : Kastolani Marzuki