Iming-Imingi Jajan, Pemuda Pengangguran Culik dan Perkosa 2 Bocah

Robby Ridwan ยท Senin, 26 Februari 2018 - 22:38 WIB
Iming-Imingi Jajan, Pemuda Pengangguran Culik dan Perkosa 2 Bocah

Tersangka penculikan dan pemerkosa anak, Rio Suhendara ditangkap tim Resmob Polresta Blitar. (Foto: iNews.id)

BLITAR, iNews.id - Dua anak perempuan di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, berinisial GH dan RS menjadi korban penculikan oleh seorang pedofilia, Rio Suhendra (22).

Tidak hanya menculik, pelaku yang pengangguran ini juga memerkosa salah satu korbannya. Kini, pelaku yang beralamat di Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur itu harus mendemak di sel Mapolres Blitar guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolresta Blitar, AKBP Adwira Negara Siregar mengatakan pelaku ditangkap tim Buser saat sedang membeli nasi goreng di Desa Selopuro, Kecamatan Selopuro. Penangkapan itu setelah petugas bekerjasama dengan masyarakat serta jajaran samping yang memosting kejadian penculikan tersebut di media sosial.

“Pelaku ini tidak hanya menculik, namun juga sempat meyetubuhi salah satu korban yang berinisial GH di Hutan Maliran yang ada di Kabupaten Blitar,” katanya, Senin (26/2/2018).

Terkait kejadian itu, Kapolresta mengimbau kepada orang tua agar lebih berhati-hati saat menjaga anak-anaknya. Sebab dengan iming-iming jajan, anak-anak mudah dikelabui sehingga menjadi korban penculikan.

“Masyarakat khususnya orang tua yang punya anak perempuan untuk lebih memerhatikan anak-anaknya. Dampingi mereka saat bermain,” katanya.

Kapolresta mengatakan, tersangka kini sudah ditahan untuk diperiksa lebih lanjut. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak.

Sementara itu, GH dan RS dengan didampingi orang tuanya dimintai keterangan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Blitar. Kedua bocah itu tampak masih trauma dengan kejadian itu.

Orang tua RS, Ujang menuturkan, awalnya anaknya RS dan GH yang masih saudara ini bermain di halaman rumah. Namun tiba-tiba didatangi tersangka dan diajak untuk membeli jajan pada Minggu (25/2/2018) pagi.

Kedua anak ini pun langsung ikut saat diajak naik sepeda motor oleh Rio Suhendra. Karena RS rewel, tersangka akhirnya menurunkan RS di Desa Bendo, Kecamatan Ponggok atau enam kilometer dari rumahnya. Sedang GH tetap dibawa tersangka. “ Saya dan warga lainnya sempat mengejar tersangka, namun kehilangan jejak,” ucapnya.


Editor : Kastolani Marzuki