Ini Identitas Tengkorak Manusia Korban Pembunuhan di Pegunungan Trawas Mojokerto

Sholahudin ยท Selasa, 04 Juni 2019 - 15:12 WIB
Ini Identitas Tengkorak Manusia Korban Pembunuhan di Pegunungan Trawas Mojokerto

Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP M Sholikin Ferry. (Foto: iNews/Sholahuddin)

MOJOKERTO, iNews.id – Polisi bergerak cepat mengungkap kasus temuan tengkorak dan potongan tulang manusia di semak belukar Pegunungan Trawas, Mojokerto, Jawa Timur (Jatim). Setelah olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pengembangan di lapangan, polisi mendapat titik terang identitas korban untuk pengungkapan kasusnya.

Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP M Sholikin Ferry mengatakan, tengkorak yang ditemukan berjenis kelamin perempuan. Hal ini setelah ditemukannya pengait kutang di TKP dan pemeriksaan laboratorium forensik (Labfor).

Hasil penyelidikan ini kemudian dikembangkan dengan mencari informasi orang hilang. Hingga akhirnya terdapat kecocokan dengan laporan salah satu warga akan hilangnya anggota keluarga mereka sejak sebulan silam. Identitas tengkorak yang diduga korban pembunuhan pun mengarah ke seorang perempuan asal Buduran, Kabupaten Sidoarjo, berinisial SR (55).


BACA JUGA:

Polisi Pastikan Tengkorak Dibakar di Pegunungan Mojokerto Korban Pembunuhan

Geger Temuan Tengkorak dan Tulang Manusia Bekas Dibakar di Pegunungan Mojokerto


“Jadi ada warga Buluran Sidoarjo yang kehilangan ibu mereka sejak sebulan lalu. Kami tindaklanjuti dengan tes DNA untuk mengetahui kesesuaian identitas korban dengan keluarga,” ujar Kasatreskrim Polres Mojokerto, Selasa (4/6/2019).

Selain identitas dari tengkorak manusia tersebut, polisi juga telah mengantong nama terduga pelaku. Namun hal ini masih dalam pengembangan.

“Untuk pelaku alhamdulilah sudah kami identifikasi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kasus ini terungkap,” katanya.

Diketahui, kasus temuan tengkorak manusia ini menggegerkan warga Desa Kesemen, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), Minggu (2/6/2019). Warga setempat menemukan kerangka manusia itu berada di tengah ladang jagung dan ketela di daerah Pegunungan Trawas.


Editor : Donald Karouw