Istri Jarang Melayani Jadi Alasan Ayah 2 Kali Hamili Anak Kandung di Sidoarjo

Ihya' Ulumuddin, Yoyok Agusta ยท Kamis, 01 Agustus 2019 - 02:30 WIB
Istri Jarang Melayani Jadi Alasan Ayah 2 Kali Hamili Anak Kandung di Sidoarjo

Muslimin, ayah bejat yang dua kali menghamili anak kandungnya ditangkap Polresta Sidoarjo. (Foto: iNews.id/Yoyok Agusta)

SIDOARJO, iNews.id – Muslimin (39) warga Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur ini kini harus mendekam di sel Mapolresta Sidoarjo.

Dia yang semestinya melindungi anaknya, justru tega menggauli darah daging sendiri hingga hamil delapan bulan. Tindakan bejat Muslimin itu hanya karena tidak kuat menahan birahi hingga melampiaskan ke anaknya. “Saya yang melakukan (menghamili). Sudah sejak lama. Sekitar tahun 2015,” katanya di hadapan penyidik, Rabu (31/7/2019).

Mislimin berdalih, sengaja menyetubuhi anak kandungnya karena tak kuat menahan birahi. Alasannya, sang istri jarang melayani. “Saya kerap minta, tetapi tidak dilayani. Akhirnya saya lampiaskan ke anak,” ucapnya.

BACA JUGA: Miris, Bocah SD di Padangsidimpuan Ini 5 Tahun Jadi Budak Seks Ayahnya

Muslimin mengakui, anaknya selalu menolak saat dipaksa berhubungan badan. Namun, selama itu pula dia mengeluarkan ancaman. Aksi bejat itu dilakukan saat istrinya atau ibu korban sedang bekerja di sawah sebagai buruh tani.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Moh Zain Nugroho mengatakan, perilaku bejat ini dilakukan pelaku sudah cukup lama tepatnya sejak 2015 lalu. Saat itu, korban masih kelas 1 SMP dan baru berusia 15 tahun.

“Korban sudah dua kali hamil. Namun, saat hamil pertama belum ketahuan. Sebab, saat itu, dilakukan aborsi. Nah, baru hamil yang kedua ini perilakunya terungkap,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Moh Zain Nugroho, Rabu (31/7/2019).

Zain mengatakan, tindakan keji Muslimin ini dilaporkan sang istri. “Ibu korban baru tahu setelah perut korban buncit. Setelah diperiksakan, ternyata hamil delapan bulan. Lalu dia melapor kepada kami,” katanya.

Polisi yang menerima laporan itu langsung bergerak dan menangkap pelaku. Saat ini, pelaku sudah ditahan di Mapolresta Sidoarjo. Atas tindakan bejatnya itu, Muslimin dijerat Pasal 81 ayat 2 Undang-undang No.352014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.


Editor : Kastolani Marzuki