Jaring Bacawali, IKAMA Fasilitasi Tokoh Madura Maju di Pilwali Surabaya 2020

Ihya' Ulumuddin · Jumat, 13 September 2019 - 20:31 WIB
Jaring Bacawali, IKAMA Fasilitasi Tokoh Madura Maju di Pilwali Surabaya 2020

Ketua Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) Buchori Imron mengatakan, IKAMA akan memfasilitasi tokoh Madura bertarung di Pilwali Surabaya 2020. (Foto: iNews.id/Ihya’ Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) akan memfasilitasi tokoh Madura bertarung di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2020. Mereka berharap para tokoh tersebut bisa mewakili masyarakat Madura yang tinggal di Surabaya.

Ketua IKAMA Jawa Timur (Jatim) Buchori Imron mengatakan, dari sekian bakal calon wali kota yang muncul, belum satu pun yang berasal dari Madura. Padahal, jumlah warga Madura yang tinggal di Surabaya cukup banyak.

“Karena itu, kami akan melakukan penjaringan. Kami akan fasilitasi para tokoh Madura maju di Pilwali Surabaya,” kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, Jumat (13/9/2019).

BACA JUGA:

3 Tokoh PDIP Berebut Rekomendasi Megawati Maju Pilwali Surabaya 2020

PDIP Berpotensi Menangi Pilwali Surabaya 2020, Ini 6 Kandidat yang Bisa Diusung

Buchori mengaku pihaknya sudah berkomunikasi dengan para sesepuh dan tokoh masyarakat Madura. Tak hanya yang tinggal di Surabaya, tetapi juga mereka yang merantau ke berbagai daerah di Indonesia.

“Proses ini sedang berjalan. Kami terus menjaring tokoh-tokoh asal Madura untuk bisa dan mewarnai Pilkada Surabaya 2020 nanti,” katanya.

Buchori menyebutkan, sejumlah nama telah muncul ke permukaan. Mereka di antaranya anggota DPD RI Ahmad Nawardi; adik kandung Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi, Syamsul Arifin; politisi PKB Camelia Habibah, serta tokoh milenial Juliana Evawati.

“Kalau saya cukup tahu diri. Partai saya (PPP) hanya mendapatkan satu kursi di DPRD Kota Surabaya. Kami hanya akan menjaring dan memfasilitasi para tokoh Madura yang akan kami usung nanti,” ujarnya.

Buchori mengatakan, keterwakilan tokoh Madura di Pilwali Surabaya, diyakini bisa menepis stigma negatif terhadap warga Madura. Selama ini, stigma yang muncul terhadap masyarakat Madura umumnya hal-hal berbau negatif dan terpinggirkan.

“Karena itu, imej positif itu yang terus kami bangun supaya masyarakat Madura juga bisa memberikan sumbangsih positif untuk pembangunan di Surabaya,” katanya.

Buchori menjelaskan, saat ini jumlah warga Madura yang berada di Surabaya kurang lebih mencapai 900.000 jiwa. Jumlah ini setara dengan 30 persen dari total penduduk di Surabaya sebanyak 3 juta jiwa.


Editor : Maria Christina