Jawab Tudingan Ancam Kepala BKD Bondowoso, Sekda: Kami Tidak Tahu

Riski Amirul Ahmad · Rabu, 31 Juli 2019 - 23:01 WIB
Jawab Tudingan Ancam Kepala BKD Bondowoso, Sekda: Kami Tidak Tahu

Sekda Bondowoso Syaifullah. (Foto: iNews.id/Riski Amirul Ahmad)

BONDOWOSO, iNews.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Jatim, Sayifullah mengaku tidak tahu alasan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Alun Taufana Sulistyadi yang mengundurkan diri dari jabatannya.

Syaifullah juga membantah tudingan mengancam Alun Taufana karena tidak segera memproses pelantikannya saat itu sebagai sekda. “Kami sampai sekarang tidak tahu. Apa yang harus disikapi kalau tidak tahu. Hanya kami dengar dari luar seperti itu (diancam sekda),” katanya menanggapi tudingan tersebut, Rabu (31/7/2019).

Menurut Syaifullah, jika memang Alun Taufana mengundurkan diri dari kepala BKD, dirinya akan mengkaji terlebih dahulu melalui regulasi dan mekanisme aparatur sipil negara (ASN).

Dia menjelaskan, ketentuan di kepegawaian tidak bisa sekonyong-konyong ASN atau pejabat mengundurkan diri tanpa sebab. “Pegawai negeri ini kan dibungkus aturan. Ada langkah-langkah lain dalam pengunduran diri. Kalau sakit ada prosedurnya, kalau ada masalah lain juga ada prosedurnya,” ucapnya.

BACA JUGA: Merasa Tak Nyaman dan Diancam, Kepala BKD Bondowoso Mengundurkan Diri

Syaifullah mengaku tidak ada permintaan khusus saat dirinya bertemu bupati. Dia hanya diminta untuk bekerja keras dan melayani masyarakat. “Saya tadi bekerja menyelesaiakan apa yang jadi persoalan di masyarakat,” ucapnya.

Pagi tadi, Kepala BKD Bondowoso Alun Taufana Sulistyadi diantar puluhan pegawai BKD menghadap Wakil Bupati (Wabup) Irwan Bachtiar Rahmat untuk menyerahkan surat pengunduran diri sebagai kepala BKD sekaligus berpamitan meminta izin.

Alun kemudian ditemui di pendopo wakil bupati. Dalam pertemuan itu, Wabup Irwan tidak memperkenankan Alun mengundurkan diri. Namun, Alun berkukuh tetap akan berhenti sebagai kepala BKD.

Menurut Alun, pengunduran dari jabatannya sebagai kepala BKD bukan tanpa alasan. Dia merasa bahwa calon Sekda Syaifullah telah memojokkan instansinya karena tidak segera melantiknya sebagai Sekda pada dua hari lalu.

“Sudah tak nyaman saja. Tadi sudah saya sampaikan (dalam pertemuan) ke wabup. Bukan Sekda, tapi saat itu calon sekda,” katanya seusai pertemuan.


Editor : Kastolani Marzuki