Jembatan Suramadu Gratis, Soekarwo: BPWS Bubar dengan Sendirinya

Ihya' Ulumuddin ยท Jumat, 09 November 2018 - 10:03 WIB
Jembatan Suramadu Gratis, Soekarwo: BPWS Bubar dengan Sendirinya

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. (Foto: Dok. iNews)

SURABAYA, iNews.id - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo memastikan, Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) akan bubar. Kapastian ini disampaikan menyusul perubahan status Jembatan Surabaya-Madura dan tol menjadi nontol (Gratis). 

Soekarwo menjelaskan, begitu Jembatan Suramadu digratiskan, maka peran BPWS menjadi tidak ada. Sebab tidak ada lagi pengelolaan pengembangan, baik di wilayah Surabaya maupun Madura. "Selesai dengan sendirinya tugas BPWS. Tidak ada pengelolaan. Apa yang dikelola," kata Soekarwo, di Surabaya, Jumat (9/11/2818).

Untuk perawatan jalan Jembatan Suramadu, misalnya, akan ditangani oleh Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII. Semua menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Pemprov Jatim tidak akan turut campur. Sebab, bukan menjadi kewenangannya. 

Tak hanya soal jalan, Pemprov Jatim kata Soekarwo, juga tidak akan memberi subsidi bagi pengusaha pelayaran pelabuhan Ujung-Kamal. Sebagaimana diketahui, penyeberangan Ujung-Kamal menjadi sepi pascaperubahan status Jembatan Suramadu.

"Setiap ada perubahan maka akan ada dampak juga yang berubah. Sementara tidak ada subsidi dari pemprov. Silakan pusat yang memberi subsidi," ucapnya.

Mantan Sekdaprov Jatim itu menjelaskan, jika terjadi kecelakaan di Jembatan Suramadu, maka bisa dilakukan penutupan sementara lajur kendaraan roda empat sisi kanan atau kiri. "Kalau ada kecelakaan ada dua lajur sisi satu motor dan mobil. Jadi empat lajur," katanya. 

Lalu, bagaimana dengan Sumber Daya Manusia (SDM) BPWS bila memang tak punya peran? Ketua DPD Partai Demokrat Jatim ini memastikan hal itu menjadi kewenangan pusat. Mereka akan diatur oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Seperti diketahui, pemerintah pusat telah menggratiskan akses Jembatan Suramadu untuk semua jenis kendaraan. Sejak saat itu, seluruh jenis kendaraan baik dari Surabaya ke Madura dan sebaliknya bebas melintas. Tanpa ada pungutan apapun.


Editor : Himas Puspito Putra