Kabupaten Malang Kekurangan Guru dan Tenaga Kesehatan

Antara ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 13:49 WIB
Kabupaten Malang Kekurangan Guru dan Tenaga Kesehatan

Ilustrasi PNS. (Foto: Dok Setkab).

MALANG, iNews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Jawa Timur (Jatim) kekurangan tenaga pendidik (guru) dan kesehatan berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Jumlahnya bahkan semakin berkurang dari tahun ke tahun.

Plt Bupati Malang, Muhammad Sanusi, mengakui kekurangan tenaga pengajar dan kesehatan di lingkungan pemerintahan, menjadi persoalan sendiri bagi daerahnya.

"Seharusnya jika ingin meningkatkan mutu pendidikan harus diimbangi dengan SDM yang mencukupi. Pemerintah pusat ingin mutu pendidikan bagus, tapi tidak diimbangi dengan ketersediaan SDM yang memadai," kata Sanusi di kantor Pemkab Malang, Jatim, Kamis (6/12/2018).

Meskipun infrastruktur tercukupi dan memadai, tanpa diimbangi dengan SDM, mewujudkan pendidikan bermutu akan sulit. Sebab, jumlah guru dengan siswa, serta sekolah tidak sebanding.

Bahkan, kata dia, masih ada kepala sekolah dan guru yang merangkap mengajar di beberapa kelas akibat keterbatasan tenaga pendidik. Selama ini, kekurangan tenaga guru itu ditutup dengan guru honorer.

"Kalau honorer, keberadaannya sangat membantu. Saya sangat berterima kasih, sebab keberadaan mereka sangat membantu lancarnya proses belajar mengajar di Kabupaten Malang," ujarnya.

Untuk tenaga kesehatan, lanjut Sanusi, Kabupaten Malang memiliki 33 Puskesmas. Ada 33 dokter yang melayani sekitar 3 juta jiwa warga Kabupaten Malang. Tenaga honorer di bidang kesehatan pun cukup membantu pelayanan kesehatan bagi masyakarat.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Malang Nurman Ramdansyah mengatakan jumlah ASN yang pensiun di Kabupaten Malang mencapai angka 800-900 orang per tahun. Dan, kondisi itu sudah berlangsung sejak 2013.

"Selain karena keterbatasan anggaran, kami juga belum bisa merekrut tenaga honorer tambahan karena terbentur aturan. Kondisi ini menjadikan persoalan kekurangan tenaga ASN tidak bisa teratasi secepatnya," kata Nurman.

Jumlah ASN di Kabupaten Malang secara keseluruhan tidak lebih dari 13.500 orang atau rata-rata setiap ASN melayani 130 warga. Idealnya seorang ASN melayani tidak lebih dari 50 warga.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal