Kapal Aquilla Karya Tim Nawasena ITS Raih Penghargaan Internasional

Ihya' Ulumuddin ยท Minggu, 24 Februari 2019 - 06:05 WIB
Kapal Aquilla Karya Tim Nawasena ITS Raih Penghargaan Internasional

Tim Nawasena dari Teknik Sistem Perkapalan ITS menerima penghargaan dari Worldwide Ferry Safety Association (WFSA) itu, Kamis (21/2/2019). (Foto: IST)

SURABAYA, iNews.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali meraih penghargaan bergengsi di ajang internasional. Kali ini, penghargaan disumbangkan oleh Departemen Teknik Sistem Perkapalan FTK ITS lewat ajang Worldwide Ferry Safety Design Competition 2019 di Bangkok.

Tim Nawasena, mahasiswa Teknik Sistem Perkapalan ITS, meraih juara kedua pada ajang yang diadakan oleh Worldwide Ferry Safety Association (WFSA) itu, Kamis (21/2/2019). Tim ini terdiri atas Anson Novendra Pradana, M Faizur Rijal Azhad, Anwar Sahid, dan Muhammad Faishal Ar Rifqy.

Tim ini menciptakan Kapal Motor (KM) Aquilla, yang dinilai memiliki desain kapal feri dengan sistem keamanan dan inovasi yang kreatif. Kapal ini didesain selama lima bulan sejak Juli 2018 dengan bimbingan dua dosen, Agoes Santoso dan Achmad Baidowi. WFSA lalu melakukan penilaian melalui sistem online.

Ketua Tim Nawasena Sasmita Adi Nugraha mengatakan, berbeda dengan kompetisi sebelumnya yang menggunakan lautan sebagai medan pengoperasian dalam penilaiannya, Worldwide Ferry Safety Design Competition 2019 kali ini melombakan desain kapal feri yang aman untuk bisa dioperasikan di Sungai Pasig, Manila, Filipina.

Kapal feri yang didesain pun harus dapat menampung penumpang minimal 100 orang dengan jarak tempuh sejauh 12,4 kilometer (km). Adanya jembatan sepanjang Sungai Pasig dengan ketinggian 8 kaki di atas permukaan air sungai, juga membatasi peserta untuk mendesain bagian atas kapal feri yang tidak terlalu tinggi, seperti desain kapal feri di lautan lepas.

BACA JUGA:

Konsep Mobil Pintar Mahasiswa UGM Juarai Inovasi Teknologi di London

Mahasiswa USU Raih Medali Emas di Amerika Serikat

Tim Nawasena menginovasikan kapal feri yang sesuai dengan karakteristik Sungai Pasig. KM Aquilla didesain dengan model kapal katamaran. Model ini dipilih karena dinilai dapat menghasilkan stabilitas yang lebih tinggi daripada model kapal monohull. Pemilihan model ini untuk mengantisipasi kemungkinan cuaca terburuk di Kota Manila.

“Saat badai, kecepatan arus Sungai Pasig bisa mencapai 7 knot. Karakter cuaca Kota Manila ini memerlukan desain kapal yang tepat dan sesuai agar dapat dioperasikan dengan aman,” papar mahasiswa angkatan 2015 ini.

Kepala Departemen Teknik Sistem Perkapalan, M Badrus Zaman mengatakan, keikutsertaan dalam kompetisi di awal tahun 2019 ini bagian kontribusi ITS pada level dunia untuk pengembagan teknologi maritim dunia. ITS berharap karyanya akan berdampak pada kemajuan teknologi maritim Indonesia.

Badrus mengatakan, dalam konteks dan konsep teknologi, faktor safety atau keselamatan selalu menjadi faktor yang sangat diperhatikan dalam implementasinya. “Sektor safety (keselamatan) harus diperhatikan sejak proses mendesain kapal dan tentu pada operasinya,” katanya.


Editor : Maria Christina