Kasus Atap SDN Gentong Ambruk dan Tewaskan 2 Orang, Polisi Periksa Bupati Pasuruan

Antara ยท Jumat, 08 November 2019 - 18:09 WIB
Kasus Atap SDN Gentong Ambruk dan Tewaskan 2 Orang, Polisi Periksa Bupati Pasuruan

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id – Kasus atap SDN Gentong ambruk dan tewaskan dua orang terus diselidiki polisi. Penyelidikan yang dilakukan Polda Jatim saat ini dalam tahap pemeriksaan saksi.

Mereka yang diminta keterangan mulai dari pihak sekolah, pimpinan proyek hingga Bupati Pasuruan. Total ada 12 saksi yang dipanggil penyidik Polda Jatim.

"Masih memeriksa beberapa saksi, mulai dari bupati, pimpinan proyek, pengawas proyek dan beberapa pihak sekolah serta masyarakat," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

BACA JUGA: Penyelidikan Kasus SDN Gentong Ambruk, Labfor Temukan Indikasi Kesalahan Konstruksi

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim pun menggandeng ahli dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengecek spesifikasi bangunan sekolah sesuai standar keamanan atau tidak.

"Didalami dulu. Apakah ada pelanggaran pidana, nanti akan diproses lebih lanjut oleh Polda Jatim," katanya.

Sebelumnya, atap bangunan SDN Gentong di Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur, ambruk saat kegiatan belajar mengajar pada Selasa (5/11). Bangunan sekolah ambruk ini meliputi ruang kelas IIA dan IIB serta kelas VA dan VB.

Akibat peristiwa ini, dua orang tewas terdiri atas seorang guru dan siswi kelas II, serta mengakibatkan belasan lainnya terluka. Korban meninggal atas nama Irza Almira Ramadani (8) dan Sevina Arzy Wijaya (19), guru pengganti.


Editor : Donald Karouw