Kasus Dugaan Korupsi PT Jamkrida, Kejati Jatim Kantongi Nama Tersangka

Ihya' Ulumuddin ยท Rabu, 07 November 2018 - 19:18 WIB
Kasus Dugaan Korupsi PT Jamkrida, Kejati Jatim Kantongi Nama Tersangka

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id – Pengusutan kasus dugaan korupsi PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) senilai Rp6,3 miliar di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim memasuki babak baru. Setelah pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket), penyidik kini mengantongi nama calon tersangka.

Kendati demikian, Kejati masih merahasiakana nama yang dimaksud. Kuat dugaan yang bersangkutan merupakan penanggung jawab anggaran (Direktur Utama PT Jamkrida). Indikasi itu menyusul tidak adanya pelaporan penggunaan anggaran atas dana Rp6,3 miliar yang kini sedang diusut.

“Pak Kejati Jatim (Sunarta) sudah mengantongi nama tersangkanya," kata Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim Didik Farhan Ali Syahdi, Rabu (7/11/2018).


BACA JUGA:

5 Pejabat Pemprov Jatim Segera Dipanggil terkait Korupsi PT Jamkrida

Soekarwo Minta Kejati Usut Penyimpangan Dana PT Jamkrida Rp6,3 Miliar


Dia mengungkapkan, penyelidikan masih akan terus berlanjut. Bahkan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Gubernur Jatim Soekarwo untuk memeriksa sejumlah saksi di lingkungan pemerintah provinsi (Pemprov) atas persoalan tersebut.

Sebelumnya, Kasi Penkum Kejati Jatim Richard Marpaung mengatakan, ada lima pejabat yang akan diperiksa. Namun menyangkut identitas siapa-siapa yang menjalani pemeriksaan, dia enggan menyebutkan.Dia hanya menegaskan, para saksi yang dipanggil mengetahui proses pencairan dan penggunaan dana Rp6,3 miliar tersebut.

Diketahui, kasus dugaan korupsi PT Jamkrida ini mencuat berdasarkan temuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ada anggaran Rp6,3 miliar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Dana itu awalnya diperuntukkan bagi debitur yang mengalami gagal bayar. Namun ternyata ada oknum di PT Jamkrida Jatim yang menggunakannya untuk keperluan lain.

Kasus ini sempat membuat Gubernur Jatim berang. Sebab keberadaan PT Jamkrida cukup vital. Bahkan setiap tahun, Pemprov Jatim menyuntikkan dana penyertaan modal dalam APBD demi kelangsungan perusahaan milik daerah tersebut.

"Ini (Kasus dugaan korupsi PT Jamkrida) harus diusut tuntas. Bila perlu aset milik direkturnya juga disita dan dilelang untuk mengganti uang yang hilang," kata Gubernur Soekarwo.


Editor : Donald Karouw