Kasus Keracunan Massal di Nganjuk, Pemkab Tetapkan Status KLB

Mukhtar Bagus ยท Sabtu, 08 Desember 2018 - 10:23 WIB
Kasus Keracunan Massal di Nganjuk, Pemkab Tetapkan Status KLB

Salah satu pasien korban dugaan keracunan makanan saat menjalani perawatan di RSUD Nganjuk. (Foto: iNews/Mukhtar Bagus)

NGANJUK, iNews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk menindaklanjuti serius persoalaan dugaan keracunan massal yang terjadi di desa dan Kecamatan Ngetos. Pemerintah telah menetapkan peristiwa tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Kami sudah diberitahukan untuk biaya perawatan pasien yang mengalami keracunan ini gratis dan ditanggung pemerintah,” ujar Yuangga, anggota DPRD Nganjuk, Sabtu (8/12/2018).


Diketahui, ratusan warga Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap hidangan acara aqiqah di salah satu rumah warga setempat, Kamis (8/12/2018). Jumlah korbannya lebih dari 100-an orang. Mereka saat ini menjalani perawatan di berbagai rumah sakit, seperti di RSUD Nganjuk, RS Islam, RS Bhayangkara, Puskesmas Berbek dan Ngetos, maupun yang menjalani rawat jalan di rumah.

BACA JUGA:  Santap Sajian Akikah, Sumanto Jadi Korban Keracunan Massal

Kondisi para pasien mulai berangsur membaik, namun mereka masih merasakan lemas dan pusing. Pihak rumah sakit bahkan telah memperpanjang masa perawatan mereka antara satu hingga dua hari ke depan.

Kabid Keperawatan RSUD Nganjuk Didik Priyanto mengatakan, hingga saat ini belum ada satu pun korban yang diizinkan pulang. Bahkan jumlah yang datang terus bertambah.

“Belum ada pasien yang kami izinkan pulang, semua masih dirawat dan menunggu pekembangan kesehatan selama satu hingga dua hari ini. Di RSUD Nganjuk saat ini ada 63 pasien,” kata Didik, Sabtu (8/12/2018).


Editor : Donald Karouw