Kejar Target Rasio Elektrifikasi di Jatim, Khofifah Harapkan Bantuan BUMN 

Ihya' Ulumuddin · Jumat, 24 Mei 2019 - 22:28 WIB
Kejar Target Rasio Elektrifikasi di Jatim, Khofifah Harapkan Bantuan BUMN 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat memasang bantuan listrik untuk instalasi rumah tangga miskin di Bojonegoro, Jumat (24/5/2019). (Foto: iNews.id/Ihya Ulumuddin)

BOJONEGORO, iNews.id – Gubernur Khofifah Indar Parawansa berharap perusahaan BUMN membantu wujudkan peningkatan rasio elektrifikasi (RE) di Jawa Timur (Jatim). Harapan ini disampaikan untuk merealisasikan target RE yang telah dicanangkan.

Sesuai Rencana Umum Energi Daerah (RUED), Pemprov Jatim menargetkan tahun 2020 RE bisa mencapai 98%, sehingga pada tahun 2021 semua sudah terelektrifikasi.

“Jika hanya mengandalkan APBD, target rasio elektrifikasi tidak akan cukup. Karenanya bantuan CSR BUMN diperlukan sebagai langkah percepatan,” ujar Khofifah pada acara Penyerahan Bantuan Listrik, Instalasi Rumah dan Sambungan Rumah Tangga Miskin di Desa Pesen, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, Jumat (24/5/2019).

BACA JUGA: Keluarkan SE, Khofifah Minta Perusahaan Berikan THR Paling Lambat H-7 Lebaran

Khofifah menjelaskan, pemberian bantuan listrik tersebut merupakan wujud strong partnership antara pemda dan BUMN. Apalagi, di Jatim masih ada sekitar 560.000 yang belum terelektrifikasi. Khusus di Bojonegoro ada sekitar 28.000 rumah yang belum terelektrifikasi.

“Saya harap PLN bisa membangun partnership dengan berbagai sektor usaha di Bojonegoro untuk bergandengan tangan mewujudkan elektrifikas di wilayah ini. Khususnya bagi keluarga miskin atau tidak mampu,” kata gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.

Menurutnya, keberadaan listrik sangat diperlukan masyarakat, salah satunya sebagai penyemangat anak-anak untuk belajar. Selain itu, bagi umat muslim di bulan Ramadan bisa tadarus hingga dini hari karena listriknya sudah menyala.

“Jika listriknya ditambah daya, maka panjenengan bisa membuat usaha misalnya bikin kue dengan oven, membuat es batu atau usaha lainnya,” ucapnya.


Editor : Donald Karouw