Siswa Aniaya Guru di Sampang

Keluarga Siswa Penganiaya Guru hingga Tewas di Sampang Minta Maaf

Dedy Priyanto ยท Sabtu, 03 Februari 2018 - 07:43 WIB
Keluarga Siswa Penganiaya Guru hingga Tewas di Sampang Minta Maaf

Keluarga siswa penganiaya guru menyampaikan permohonan maaf. (Foto: iNews/Dedy Priyanto)

SAMPANG, iNews.id – Kasus penganiayaan yang dilakukan siswa hingga menewaskan guru seni rupa SMA Negeri 1 Torjun, Kabupaten Sampang, Jawa Timur (Jatim), membuat keluarga pelaku juga turut terguncang. Keluarga siswa menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban Ahmad Budi Cahyono atas perbuatan MHI.

Permintaan maaf itu disampaikan keluarga MHI di rumah Kepala Desa Torjun, Kecamatan Torjun, Kabupaten Pamekasan, Jatim, Jumat petang, 2 Februari 2018. Kakak tersangka, Mukhlis didampingi ayahnya mengatakan, pihak keluarga tidak menyangka kalau adiknya MHI bisa melakukan perbuatan biadab tersebut. Keluarga, terutama orang tua MHI sangat terguncang setelah mendapat kabar guru SMAN 1 Torjun meninggal karena dianiaya putranya.

“Orang tua saya mungkin tidak bisa berbicara karena keadaan orang tua juga sangat shock atas keadaan itu,” kata Mukhlis kepada wartawan.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya meminta maaf kepada keluarga korban almarhum Ahmad Budi Cahyono dan para guru di seluruh Indonesia atas penganiayaan yang dilakukan MHI kepada gurunya hingga akhirnya meninggal.

“Kami ingin minta maaf sebesar-besarnya kepada keluarga korban atas tindakan saudara saya. Kami di sini juga ingin minta maaf kepada seluruh dunia pendidikan di Indonesia, terutama Persatuan Guru Republik Indonesia, masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Sampang. Kami juga meminta maaf kepada kepala sekolah SMA Negeri 1 Torjun, guru-guru SMA Negeri 1 Torjun atas tindakan keluarga saya itu,” paparnya.

BACA JUGA:

Begini Sosok Guru Korban Penganiayaan di Sampang di Mata Para Muridnya

Siswa Pemukul Guru SMA 1 Torjun Sampang Terancam Tak Lulus Sekolah


Mukhlis mengatakan, keluarga menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib. Keluarga juga sangat kooperatif dalam penanganan kasus yang menggegerkan masyarakat Indonesia itu. Saat mengetahui berita mengenai guru SMAN 1 Torjun yang meninggal karena dianiaya MHI, keluarga langsung mengantarkan MHI ke Mapolres Sampang.

“Jadi, saudara saya itu bukan dijemput oleh petugas polisi. Tapi karena saya merasa mengerti hukum, ketika saya mendengar berita itu dan kebenaran berita itu memang benar-benar bisa dipercaya, kami langsung menyerahkan saudara saya itu ke Mapolres Sampang. Yang menyerahkan saya dan orang tua saya,” papar Mukhlis.

Guru seni rupa SMAN 1 Torjun, Ahmad Budi Cahyono, mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 21.40 WIB di RSUD dr Soetomo karena mengalami mati batang otak. Budi dirujuk ke RSUD dr Soetomo setelah dianiaya muridnya, MHI, siswa kelas XI SMAN 1 Torjun, pada Kamis 1 Februari 2018. Budi sempat dirawat di RS Sampang setelah muntah-muntah dan pingsan.


Editor : Maria Christina