Kemenhub Beri Santunan untuk Korban Tragedi Surabaya Membara

Ihya' Ulumuddin ยท Sabtu, 10 November 2018 - 13:33 WIB
Kemenhub Beri Santunan untuk Korban Tragedi Surabaya Membara

Sejumlah penonton drama kolosal Surabaya Membara terjatuh dari viaduck dan terlindas kereta. (Foto: istimewa)

SURABAYA, iNews.id - Tragedi maut pada pertunjukan drama kolosal "Surabaya Membara" di Jalan Pahlawan, Jumat (9/11/2018) malam mengundang keprihatinan Kementerian Perhubungan. Sebagai wujud empati, kemenhub akan memberikan santunan kepada korban meningal ataupun luka.

"Ini adalah musibah yang tidak diinginkan siapapun. Apalagi, kejadian nahas tersebut terjadi saat warga masyarakat bersuka cita menyambut peringatan Hari Pahlawan 2018. Atas nama pemerintah, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, Zulfikri lewat siaran pers yang diterima iNews.id, Sabtu (10/11/2018)

Zulfikri berharap insiden serupa tidak lagi terjadi. Dia pun tidak ingin berspekulasi dan menyalahkan pihak tertentu atas tragedi tersebut. Namun demikian, dia menegaskan bahwa viaduk rel kereta api tersebut memang bukan tempat untuk menonton pertunjukan.

Kementerian Perhubungan menyerahkan proses investigasi sepenuhnya kepada Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya.

Lebih lanjut, Zulfikri mengatakan, berdasarkan video detik-detik kecelakaan yang tersebar berantai, diketahui bahwa masinis telah membunyikan semboyan 35 sebagai bentuk peringatan ke masyarakat. Kereta api pun terlihat melintas dengan kecepatan rendah.

BACA JUGA:

Tragedi Surabaya Membara Menuai Kecaman, Siapa Bertanggung Jawab?

Ini Identitas 16 Korban Insiden Drama Kolosal Surabaya Membara

Tragedi Surabaya Membara, Soekarwo: Jangan Cari Salah Benar


"Dalam aturannya, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tertulis jelas bahwa masyarakat dilarang berada di rel kereta api untuk kepentingan atau aktivitas apa pun. Jalur kereta api tidak bisa dimanfaatkan secara sembarangan karena menyangkut keselamatan perjalanan kereta api," katanya. 

Seperti diberitakan, pada pertunjukan drama kolosal "Surabaya Membara" tadi malam, sejumlah penonton yang naik di atas viaduck terjatuh. Tiga orang tewas dan belasan luka dalam tragedi ini. 

Nahas ini terjadi saat kereta api KRD dari Sidoarjo-Pasar Turi melintas. Penonton yang terjebak di atas viaduck lantas panik dan terjatuh dari ketinggian kurang lebih lima meter. Tak hanya itu, satu penonton juga terlindas roda kereta dan tewas mengenaskan. 

Drama kolosal "Surabaya Membara" sendiri digelar dalam rangka memeringati hari Pahlawan 10 November. Drama yang diinisiasi seniman (bukan pemprov Jatim) ini, menampilkan heroisme arek-arek Suroboyo saat bertempur melawan sekutu. 

Pagelaran teater Surabaya Membara sendiri adalah tontonan rutin setiap tahun untuk warga Surabaya untuk menyambut Hari Pahlawan 10 November. Acara ini digelar di sekitar Monumen Tugu Pahlawan di Jalan Pahlawan Surabaya yang notabene merupakan pusat pertempuran 10 November.


Editor : Himas Puspito Putra