KH Masjkur Jadi Pahlawan Nasional, Khofifah: Beliau Sosok yang Patut Diteladani

Ihya' Ulumuddin ยท Sabtu, 09 November 2019 - 02:20 WIB
KH Masjkur Jadi Pahlawan Nasional, Khofifah: Beliau Sosok yang Patut Diteladani

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Dok iNews).

SURABAYA, iNews.id - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, mengapresiasi pemberian gelar pahlawan nasional bagi tokoh Jatim, KH Masjkur. Penganugerahan ini dinilai cukup penting dan patut disyukuri.

"Mewakili pemerintah dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan rasa syukur sekaligus bangga karena salah satu putra terbaik Jatim yakni KH.Masjkur, tahun ini dianugerahi gelar Pahlawan Nasional dari Presiden RI," kata Khofifah di Kota Surabaya, Jatim, Jumat (8/11/2019).

Khofifah menyebut, KH Masjkur adalah salah satu pahlawan nasional yang patut diteladani. Sosoknya dinilai berjasa besar terhadap bangsa dan negara, baik sebelum maupun sesudah kemerdekaan.

BACA JUGA: Keluarga Besar UGM Bangga Sardjito Jadi Pahlawan Nasional

"Pengabdian beliau seutuhnya untuk negara ini, baik secara fisik maupun pemikirannya. Beliau juga mengabdikan dirinya untuk umat yakni lewat kontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam di tanah air," ujar dia.

Penganugerahan KH Masjkur sebagai pahlawan nasional, kata Khofifah, atas usulan masyarakat, sejarawan, dan pemerintah yang melihat perjuangan dan jasa-jasanya. Dukungan juga datang dari berbagai pondok pesantren dan perguruan tinggi baik di Jatim maupun luar daerah.

Dengan diberikannya gelar pahlawan nasional tersebut, Khofifah mengajak masyarakat untuk meneladani nilai-nilai perjuangan yang dilakukan KH. Masjkur.

Apalagi menyambut momen Hari Pahlawan 10 November mendatang, nilai-nilai kejuangan dan semangat kepahlawanan harus terus mengakar kuat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Hari Pahlawan mengingatkan kita bahwa kemerdekaan tidak datang begitu saja melainkan melalui perjuangan dan pengorbanan luar bisa para pendahulu kita," ujarnya.

KH Masjkur yang lahir di Malang, 30 Desember 1904 dan wafat pada tahun 1994 ini pernah menjabat sebagai Menteri Agama Indonesia keenam pada tahun 1947-1949 dan 1953-1955.

BACA JUGA: Profil AA Maramis, Putra Minahasa yang Dianugerahi Pahlawan Nasional ke-9 asal Sulut

Dia juga pernah menjadi anggota DPR RI tahun 1956-1971 dan anggota Dewan Pertimbangan Agung pada tahun 1968.

Keterlibatannya dalam perjuangan kemerdekaan menonjol di zaman pendudukan Jepang, yakni sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

KH Masjkur juga tercatat selaku pendiri Pembela Tanah Air (Peta) yang kemudian menjadi unsur laskar rakyat dan TNI di seluruh Jawa. Ketika pertempuran 10 November 1945, namanya muncul sebagai pemimpin Barisan Sabilillah.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal