KH Miftahul Akhyar Berpeluang Gantikan KH Ma'ruf Amin Jadi Rais Aam NU

Ihya' Ulumuddin · Selasa, 04 September 2018 - 12:12 WIB
KH Miftahul Akhyar Berpeluang Gantikan KH Ma'ruf Amin Jadi Rais Aam NU

Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar. (Foto: Dok. Sindonews)

SURABAYA, iNews.id – Wakil Rais Aam PBNU, KH Miftahul Akhyar berpeluang menggantikan posisi KH Ma’ruf Amin. Selain karena posisinya sebagai orang kedua di Rais Aam PBNU, pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Jannah, Kedung Tarukan, Surabaya, ini dikehendaki oleh mayoritas kiai sepuh Jawa Timur (Jatim).

Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar mengatakan, seluruh kiai sepuh, pengasuh pondok pesantren tua di Jatim menginginkan Kiai Miftah menjadi Rais Aam PBNU. Keinginan itu bahkan telah disampaikan kepada PBNU untuk menjadi pertimbangan.

“Kiai sepuh Jawa Timur sudah sepakat. Mengajukan permohonan agar Kiai Miftah menjadi Rais Aam. Tetapi semua tergantung sidang pleno di PBNU, menerima atau tidak,” kata Marzuki, Selasa (4/9/2018).

Marzuki menyampaikan, alasan pemilihan Kiai Miftah didasari atas beberapa faktor. Antara lain memiliki keilmuan dan kealiman cukup, punya koneksitas baik dengan ulama sepuh, serta memiliki akar kuat di pesantren kuno.

BACA JUGA: Di Lirboyo, KH Ma'ruf Amin Pamit Mundur dari Rais Aam PBNU

“Kiai Miftah ini besanan dengan pengasuh Pondok Sarang. Berarti punya akar kuat di kalangan pesantren dan umat. Seorang kiai kalau terkait dengan pondok tua berarti dukungan massa kuat, umat yang mengakar. Ini dibutuhkan oleh seorang Rais Aam. Apalagi beliau juga alim,” katanya.

Sebaliknya, sealim apapun, kata Marzuki, bila tidak punya pesantren, dikhawatirkan yang bersangkutan kurang mengakar. “Kalau (calon Rais Aam) tidak punya pesantren dan koneksitas dengan kiai sepuh, khawatir tidak punya akar kuat. Digoyang sedikit saja kesulitan,” imbuh pengasuh Ponpes Sabilurrasyad, Nggasek, Malang ini.

Pernyataan sama juga dilontarkan mantan rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Prof Dr KH Abdul A’la. Menurutnya semua prasyarat sebagai Rais Aam PBNU ada pada Kiai Miftah. Baik secara keilmuan maupun kealimannya. “Di NU banyak sekali para alim yang memiliki kualifikasi bagus. Tetapi, bagi saya mungkin Kiai Miftah yang paling cocok,” katanya.

Selain karena alim dan berilmu, sikap dan perilaku Kiai Miftah, kata A’la, bisa menjadi teladan. Kendati demikian, dirinya menyerahkan sepenuhnya hal itu kepada jamaah. “Bagi saya siapapun tidak jadi soal. Terpenting beliau memenuhi kualifikasi baik keilmuan maupun kealiman,” kata pria yang juga pengurus PWNU Jawa Timur ini.

Untuk diketahui, rumor pergantian Rais Aam PBNU ini muncul setelah KH Ma’ruf Amin maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Jokowi. Apalagi, Kiai Ma’ruf juga telah pamit dan menyatakan untuk mundur dari posisi tertinggi di Jamiyah Nahdlatul Ulama tersebut.


Editor : Himas Puspito Putra