Khofifah Minta Polisi Investigasi Kasus Warga Hijrah karena Isu Kiamat

Sony Hermawan ยท Jumat, 15 Maret 2019 - 01:15 WIB
Khofifah Minta Polisi Investigasi Kasus Warga Hijrah karena Isu Kiamat

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (Foto: iNews.id/Sony Hermawan)

PONOROGO, iNews.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku telah mengambil langkah-langkah penanganan menyikapi kepindahan puluhan warga Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo ke Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang karena isu kiamat.

Khofifah juga mengaku telah berkordinasi dan meminta kepala Kanwil Kementerian Agama Ponorogo dan Malang untuk melokalisasi warga Badegan yang saat ini pindah ke Kesambon, Malang untuk memudahkan komunikasi dan pembinaan. 

“Saya sudah menelefon kepala Kanwil Kemenag, di mana mereka (warga Badegan) sekarang berpindah di Malang itu bisa dilokalisir di kecamatan yang sama, camatnya tahu, kapolseknya tahu. Sudah terkomunikasikan seperti itu. Minta dilokalisir,” katanya saat melakukan kunjungan ke Ponorogo, Kamis (14/3/2019).

Khofifah juga sudah berkordinasi dengan Kapolda Jawa Timur agar kepolisian melakukan investigasi atau penyelidikan untuk mengetahui dan memastikan adanya unsur melawan hukum atau tidak.

“Saya koordinasi dengan Pak Kapolda, karena Polres Ponorogo kan sudah turun. Mungkin ada hal-hal yang terkait dengan persoalan perdatanya, karena ini ada yang jual aset dan asetnya diserahkan ke pondok,” ucapnya.

BACA JUGA:

Cegah Doktrin Kiamat Menyebar, Bupati Ponorogo Minta MUI Turun Tangan

Takut Kiamat, 52 Warga Ponorogo Hijrah ke Malang

Terkait peristiwa itu, Khofifah memintah kepada seluruh warga Jawa Timur khususnya di Ponorogo dan Malang untuk tetap menjaga suasana kondusif. “Saya instruksikan semua stakeholder. Saya mohon suasana terkendali dan tetap kondusif,” katanya.

Diketahui, puluhan jamaah Thoriqoh Akmaliyah ash-Sholihiyah di Kecamatan Badegan, Ponorogo hijrah ke wilayah Kesambon, Kabupaten Malang karena adanya isu kiamat sudah dekat. Demi bisa hijrah, mereka bahkan menjual seluruh asetnya sekalipun dengan harga murah.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) turun tangan terkait dengan kasus doktrin kiamat di Ponorogo.

Ipong berharap pemerintah provinsi mendatangi pondok pesantren, tempat tokoh agama yang mengajarkan doktrin kiamat tersebut. “Yang tepat mungkin Pemprov dan MUI Jatim segera turun tangan ke Ponpes (Miftahul Falahil Mubtadi’in di Kasembon Malang),” kata Ipong.


Editor : Kastolani Marzuki