Kisah Budi, Guru yang Tewas Dianiaya Siswa dan Biola Kesayangannya

Dedy Priyanto ยท Senin, 05 Februari 2018 - 20:40 WIB
Kisah Budi, Guru yang Tewas Dianiaya Siswa dan Biola Kesayangannya

Almarhum Ahmad Budi Cahyono dengan biolanya. (Foto: IST)

SAMPANG, iNews.id – Guru SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Jawa Timur, Ahmah Budi Cahyono, yang tewas setelah dianiaya siswanya, meninggalkan banyak kenangan, terutama bagi keluarganya. Selain lukisan, ternyata almarhum juga telah banyak menciptakan lagu dengan alat musik favoritnya, biola.

Satuman, ayah almarhum Budi Cahyono, yang ditemui di sela-sela menerima tamu untuk takziah di kediamannya, masih sempat menunjukkan biola kesayangan sang anak. Biola itulah yang dimainkan Budi Cahyono dalam video yang viral di media sosial sejak dia meninggal.

                               Biola kesayangan Ahmad Budi Cahyono. (Foto: iNews/Dedy Priyanto)


Menurut Satuman, Budi semasa hidup sangat suka bermain biola. Dengan alat musik gesek itu, selama ini putranya telah menciptakan banyak lagu yang indah. Dia pun berharap karya-karya putranya bisa dikenal masyarakat luas sehingga anaknya juga tetap dikenang.

“Almarhum telah banyak menciptakan lagu-lagu dengan alat musik yang dia sukai, yaitu biola. Demi mengenang almarhum anak saya, saya sebagai orang tua mengikhlaskan karya anak saya kepada siapa pun yang ingin menyanyikannya,” papar Satuman, Senin (5/2/2018).

 

BACA JUGA:

Begini Sosok Guru Korban Penganiayaan di Sampang di Mata Para Muridnya

Keluarga Siswa Penganiaya Guru hingga Tewas di Sampang Minta Maaf

Jadi Tersangka, Siswa Penganiaya Guru Terancam 7 Tahun Penjara

 

Satuman juga mempersilakan jika ada artis yang ingin menyanyikan lagu-lagu ciptaan putranya sehingga bisa populer. Dia berharap, karya peninggalan Ahmad Budi Cahyono bisa diperdengarkan lebih luas bagi masyarakat Madura dan masyarakat Indonesia. “Barang kali ada artis yang mampu menyempurnakan agar lagu karya almarhum anak saya bisa dikenal masyarakat Madura dan masyarakat Indonesia, kami mengikhlaskannya,” paparnya.

Sejak kepergian guru favorit di SMAN 1 Torjun Sampang itu, lagu-lagu Budi Cahyono dengan sentuhan biola tersebut sedang ramai didengarkan masyarakat, terutama di Madura. Bahkan, banyak yang mengunduh lagu tersebut dari media sosial dan banyak pula yang memujinya.

Sementara itu, keluarga almahum Ahmad Budi Cahyono juga baru saja kehilangan lagi orang yang mereka cintai. Belum lama Budi Cahyono berpulang, keluarga juga harus merelakan kematian nenek Budi yang dimakamkan tadi. Almarhumah dimakamkan di pemakaman setempat, berdampingan dengan makam Budi Cahyono.

Guru seni rupa SMAN 1 Torjun, Ahmad Budi Cahyono, mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 21.40 WIB di RSUD dr Soetomo karena mengalami mati batang otak. Budi dirujuk ke RSUD dr Soetomo setelah dianiaya muridnya, MHI, siswa kelas XI SMAN 1 Torjun, pada Kamis 1 Februari 2018. Budi sempat dirawat di RS Sampang setelah muntah-muntah dan pingsan.


Editor : Maria Christina